The learning outcomes of fourth-grade students in Natural and Social Sciences (IPAS) regarding natural resources at SDN 2 Gedangdowo were unsatisfactory due to the dominance of conventional lecture methods and limited interactive media. This study aimed to enhance students’ learning outcomes through the integrated utilization of interactive media. The research employed Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model conducted across two cycles in the second semester of the 2025/2026 academic year. The participants were 23 fourth-grade students at SDN 2 Gedangdowo. Data were collected through observations, interviews, achievement tests, and documentation, then analyzed using quantitative and qualitative techniques. The intervention systematically integrated YouTube videos for visual stimulation, digital flipbooks for structured content presentation, and Quizizz for interactive game-based assessment. The results demonstrated consistent improvements in students' academic achievement across cycles. Classical learning mastery rose from 56.52% at the pre-cycle stage to 82.61% in Cycle I, ultimately reaching 100% in Cycle II. The class average score increased from 67.40 to 74.50 and peaked at 86.00. The Normalized Gain (N-Gain) score of 0.57 confirmed moderate practical effectiveness. In conclusion, the synergistic integration of interactive media effectively eliminates learning monotony, fosters active engagement, and concretizes abstract science concepts in primary education. ABSTRAK Hasil belajar IPAS materi kekayaan alam siswa kelas IV SDN 2 Gedangdowo masih rendah akibat pembelajaran yang didominasi metode ceramah konvensional dan minimnya media interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS materi kekayaan alam melalui pemanfaatan media interaktif terpadu. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa kelas IV SDN 2 Gedangdowo. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes hasil belajar, dan dokumentasi, yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Tindakan dilakukan dengan mengintegrasikan media YouTube sebagai stimulus visual, flipbook digital sebagai sumber materi, dan Quizizz sebagai sarana evaluasi interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan pada setiap siklus. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 56,52% pada pra-siklus menjadi 82,61% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II. Nilai rata-rata kelas meningkat secara konsisten dari 67,40 menjadi 74,50, kemudian mencapai 86,00. Analisis Normalized Gain (N-Gain) menghasilkan skor 0,57 yang berada pada kategori efektivitas sedang. Integrasi media interaktif terbukti mampu mengatasi kejenuhan belajar, meningkatkan keterlibatan aktif siswa, dan mempermudah pemahaman konsep kekayaan alam secara konkret di sekolah dasar.