Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Transformasi Sekolah Dasar sebagai Ruang Progresif untuk Mewujudkan Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Positif Wildan Farih Kurniawan; Muhammad Aunur Rofiq; Anna Mariyani; Ayuni Rizki Amalia
Elementary Education Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Elementary Education Journal
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/eej.v4i2.3467

Abstract

Background: This study aims to explore how elementary schools in Blora Regency develop a values-based educational culture oriented toward students’ character formation. Method: This study employed a qualitative case study design to gain an in-depth understanding of school transformation as a progressive educational space. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and document analysis involving the principal, teachers, students, administrative staff, and parents/school committee members as research participants. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The trustworthiness of the findings was established through source, method, and time triangulation. Result: The findings demonstrate that transforming schools into progressive educational spaces is achieved through strengthening school culture, transformational school leadership, instructional practices that integrate positive values, and the cultivation of positive character through everyday school routines. Core values, including honesty, discipline, empathy, responsibility, and collaboration, were fostered through strong partnerships among the school, families, and the wider community. Although several challenges were identified, such as limited facilities, varying levels of teacher readiness, and resistance to change, the shared commitment of all school stakeholders emerged as the primary factor supporting the successful implementation of values-based education. Implication: The findings provide practical guidance for schools and policymakers in strengthening sustainable, values-based character education. Novelty: This study offers an integrative school-ecosystem model for developing progressive education grounded in positive values.
Sinergi Model Jigsaw dan Peer Assisted Learning Berbantuan Geoboard untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Mohammad Farid Nur Dwi Yoga Aditya Saputra; Ika Nurwulandari; Wildan Farih Kurniawan
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8855

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar semestinya membangun pemahaman konseptual melalui aktivitas kolaboratif dan pengalaman konkret. Namun, pembelajaran bangun datar di kelas V SDN 3 Tempurejo masih berpusat pada guru, minim eksplorasi, dan kurang memanfaatkan media visual. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dan capaian belajar yang belum memenuhi ketuntasan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika melalui sinergi model Jigsaw dan Peer Assisted Learning berbantuan geoboard. Penelitian menggunakan desain tindakan kelas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 17 siswa kelas V SDN 3 Tempurejo tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan belajar meningkat dari 41,18% pada pra-siklus menjadi 58,82% pada siklus I dan 82,35% pada siklus II. Nilai rerata siswa juga meningkat dari 68,52 pada pra-siklus, 72,1 di siklus I, meningkat menjadi 80,29 di siklus II. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi Jigsaw, Peer Assisted Learning, dan geoboard efektif menciptakan pembelajaran matematika yang lebih partisipatif, konkret, dan berorientasi pada siswa. Implikasinya dapat dijadikan referensi reflektif guru guna mendesain pembelajaran matematika sekolah dasar yang berpusat pada siswa dan bermakna.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Raditya Rangga Davito; Wildan Farih Kurniawan; Muhammad Aunur Rofiq
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15332

Abstract

Speaking skill is one of the essential language competencies that should be developed among elementary school students. Preliminary observations conducted in Grade V of SDN 1 Trembulrejo revealed that students' speaking skills were still relatively low. This study aimed to improve students' speaking skills through the use of serial picture media in Indonesian language learning. The research employed a Classroom Action Research design based on the Kemmis and McTaggart model, which was conducted in two cycles. The participants consisted of 19 fifth-grade students of SDN 1 Trembulrejo, Blora Regency. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out by comparing the percentage of learning mastery and the average speaking skill achievement across each cycle. The findings indicated a gradual improvement in students' speaking skills. Classical mastery increased from 52.63% in the pre-cycle stage, with an average score of 66.00, to 68.42% in Cycle I, with an average score of 72.40. After improvements were implemented in Cycle II, classical mastery increased to 84.21%, with an average score of 79.20. The use of serial picture media helped students develop ideas, enrich vocabulary, build confidence in speaking, and present stories more coherently. These findings suggest that serial picture media is effective in improving elementary school students’ speaking skills. ABSTRAK Keterampilan berbicara merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang perlu dikembangkan pada siswa sekolah dasar. Hasil observasi awal di kelas V SDN 1 Trembulrejo menunjukkan bahwa keterampilan berbicara siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui penggunaan media gambar berseri dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa kelas V SDN 1 Trembulrejo Kabupaten Blora. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan persentase ketuntasan dan rata-rata capaian keterampilan berbicara pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berbicara siswa mengalami peningkatan secara bertahap. Ketuntasan klasikal meningkat dari 52,63% pada pra-siklus dengan rata-rata capaian 66,00 menjadi 68,42% pada siklus I dengan rata-rata 72,40. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 84,21% dengan rata-rata capaian 79,20. Media gambar berseri membantu siswa mengembangkan ide, memperkaya kosakata, meningkatkan keberanian berbicara, dan menyampaikan cerita secara lebih runtut. Temuan ini menunjukkan bahwa media gambar berseri efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar.  
PEMANFAATAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI KEKAYAAN ALAM DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Galih Satriyo Permadi; Wildan Farih Kurniawan; Husna Imro’athush Sholihah
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.15408

Abstract

The learning outcomes of fourth-grade students in Natural and Social Sciences (IPAS) regarding natural resources at SDN 2 Gedangdowo were unsatisfactory due to the dominance of conventional lecture methods and limited interactive media. This study aimed to enhance students’ learning outcomes through the integrated utilization of interactive media. The research employed Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model conducted across two cycles in the second semester of the 2025/2026 academic year. The participants were 23 fourth-grade students at SDN 2 Gedangdowo. Data were collected through observations, interviews, achievement tests, and documentation, then analyzed using quantitative and qualitative techniques. The intervention systematically integrated YouTube videos for visual stimulation, digital flipbooks for structured content presentation, and Quizizz for interactive game-based assessment. The results demonstrated consistent improvements in students' academic achievement across cycles. Classical learning mastery rose from 56.52% at the pre-cycle stage to 82.61% in Cycle I, ultimately reaching 100% in Cycle II. The class average score increased from 67.40 to 74.50 and peaked at 86.00. The Normalized Gain (N-Gain) score of 0.57 confirmed moderate practical effectiveness. In conclusion, the synergistic integration of interactive media effectively eliminates learning monotony, fosters active engagement, and concretizes abstract science concepts in primary education. ABSTRAK Hasil belajar IPAS materi kekayaan alam siswa kelas IV SDN 2 Gedangdowo masih rendah akibat pembelajaran yang didominasi metode ceramah konvensional dan minimnya media interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS materi kekayaan alam melalui pemanfaatan media interaktif terpadu. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa kelas IV SDN 2 Gedangdowo. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes hasil belajar, dan dokumentasi, yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Tindakan dilakukan dengan mengintegrasikan media YouTube sebagai stimulus visual, flipbook digital sebagai sumber materi, dan Quizizz sebagai sarana evaluasi interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan pada setiap siklus. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 56,52% pada pra-siklus menjadi 82,61% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II. Nilai rata-rata kelas meningkat secara konsisten dari 67,40 menjadi 74,50, kemudian mencapai 86,00. Analisis Normalized Gain (N-Gain) menghasilkan skor 0,57 yang berada pada kategori efektivitas sedang. Integrasi media interaktif terbukti mampu mengatasi kejenuhan belajar, meningkatkan keterlibatan aktif siswa, dan mempermudah pemahaman konsep kekayaan alam secara konkret di sekolah dasar.