Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan serta berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Tingkat pengetahuan serta kecukupan konsumsi protein dan zat besi merupakan beberapa faktor yang berkaitan dengan kondisi gizi ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat konsumsi protein dan zat besi serta hubungan tingkat konsumsi protein dan zat besi dengan status anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada April–Mei 2026 di wilayah kerja Puskesmas Kuanfatu. Sampel penelitian berjumlah 63 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data tingkat pengetahuan diperoleh melalui kuesioner, data konsumsi protein dan zat besi diperoleh menggunakan recall makanan 24 jam, sedangkan status anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup, tingkat konsumsi protein dalam kategori baik, tingkat konsumsi zat besi dalam kategori kurang, dan tidak mengalami anemia. Tingkat pengetahuan tidak berhubungan dengan tingkat konsumsi protein, sedangkan tingkat pengetahuan berhubungan dengan tingkat konsumsi zat besi. Tingkat konsumsi protein tidak berhubungan dengan status anemia, sedangkan tingkat konsumsi zat besi berhubungan dengan status anemia pada ibu hamil. Peningkatan edukasi gizi dan pemantauan pemenuhan kebutuhan zat besi diperlukan sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia pada ibu hamil.