Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, merupakan sentra produksi opak dan enye berbahan baku singkong dengan hasil 20–50 kg per hari pada setiap rumah produksi. Limbah singkong umumnya dibuang di kebun, saluran air, atau pinggiran jalan sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Padahal, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Program pengabdian ini bertujuan mengolah limbah kulit singkong menjadi eco wrapper (kemasan bioplastik biodegradable) untuk kemasan opak (Opakita) dan enye (Enyeku), sekaligus memberdayakan 15 ibu PKK. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui delapan sesi kegiatan, yaitu survei, sosialisasi, pelatihan ekstraksi pati, formulasi dan pencetakan lembaran bioplastik, pendampingan praktik skala rumah tangga, serta pelatihan pembuatan kemasan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest-posttest dan kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta secara signifikan. Rata-rata skor meningkat dari 21,1 (42,3%) pada pretest menjadi 44,3 (88,7%) pada posttest (uji paired sample t-test, t=15,24; p<0,001). Tingkat kepuasan peserta tergolong sangat tinggi, dengan rata-rata skor 4,72 dari skala 5 (94,4%). Program juga menghasilkan standar operasional prosedur (SOP) produksi eco wrapper dan dua prototipe kemasan ramah lingkungan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas ibu PKK dalam mengelola limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah serta mendukung SDGs terkait produksi dan konsumsi bertanggung jawab, kesetaraan gender, dan pertumbuhan ekonomi inklusif di tingkat desa.