Fitriana Bunyanis
Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Muhammadiyah Sidrap

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pemanfaatan TOGA Sebagai Terapi Komplementer Hipertensi di Bilokka Fitriana Bunyanis; Marhawaidah; Raudhatul Jannah
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4435

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena angka kejadiannya terus meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pengendalian hipertensi adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai terapi komplementer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan TOGA sebagai terapi komplementer hipertensi di Kelurahan Bilokka, Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (68,0%) dan pemanfaatan TOGA dalam kategori baik (59,0%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan pemanfaatan TOGA sebagai terapi komplementer hipertensi (p=0,003). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat, maka semakin baik pula pemanfaatan TOGA sebagai terapi komplementer hipertensi di Kelurahan Bilokka, Kabupaten Sidrap.
Perbandingan Efektifitas Media Empulur Tebu dan Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli Nurhaliza Sinring; Fitriana Bunyanis; Washliaty Sirajuddin
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4497

Abstract

Media kultur merupakan faktor penting dalam pertumbuhan mikroorganisme karena menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk metabolisme dan reproduksi. Nutrient Agar (NA) merupakan media standar yang umum digunakan, namun harganya relatif mahal sehingga diperlukan media alternatif yang lebih ekonomis. Empulur tebu (Saccharum officinarum L.) dan rebung bambu (Bambusa vulgaris) memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar media kultur. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas media kultur berbahan dasar empulur tebu dan rebung bambu terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang dilaksanakan pada tanggal 31 Maret–29 April 2026. Pertumbuhan E. coli diamati pada media rebung bambu dan empulur tebu dengan konsentrasi 1,25%, 2,5%, dan 5%, serta Nutrient Agar sebagai kontrol. Jumlah koloni dihitung menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dan dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah koloni tertinggi diperoleh pada media NA yaitu 286,67 koloni. Pada media rebung bambu diperoleh ratarata 82,33; 136,00; dan 204,33 koloni, sedangkan pada media empulur tebu diperoleh rata-rata 126,00; 202,33; dan 248,67 koloni. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai F = 53,800 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05). Disimpulkan bahwa empulur tebu dan rebung bambu mampu mendukung pertumbuhan E. coli, dengan media empulur tebu konsentrasi 5% menunjukkan efektivitas terbaik di antara media alternatif yang diuji.
Formulasi dan Evaluasi Tablet Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Fitriana Bunyanis; Raudhatul Jannah; Amrianti Amrianti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4589

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) mengandung senyawa bioaktif gingerol dan shogaol yang berkhasiat sebagai antiinflamasi dan pereda nyeri, namun pemanfaatannya masih terbatas pada bentuk sediaan tradisional. Bentuk tablet dipilih karena memiliki stabilitas yang lebih baik, dosis lebih akurat, serta praktis digunakan dan disimpan. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak rimpang jahe merah menjadi sediaan tablet dan mengevaluasi karakteristik fisiknya pada dua variasi konsentrasi ekstrak. Penelitian bersifat eksperimental kuantitatif yang dilaksanakan di Laboratorium Farmasi, Fakultas Farmasi ITKeS Muhammadiyah Sidrap pada April–Juli 2026. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dibuat dua formula tablet dengan metode granulasi basah, yaitu Formula I (konsentrasi ekstrak 40%; 200 mg) dan Formula II (konsentrasi ekstrak 50%; 250 mg). Tablet yang dihasilkan dievaluasi meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, dan keregasan. Hasil penelitian menunjukkan kedua formula memenuhi persyaratan keseragaman bobot (penyimpangan Formula I 4,5–6,7%; Formula II 2,7–6,4%) dan keregasan (Formula I 0,3%; Formula II 0,5%, terhadap ambang ≤1%). Rata-rata kekerasan Formula I sebesar 4,06 kgf dan Formula II 3,43 kgf; berdasarkan acuan 4–8 kgf, Formula I memenuhi batas minimum sedangkan Formula II berada di bawahnya. Formula I dengan konsentrasi ekstrak 40% menunjukkan karakteristik fisik tablet yang lebih optimal dibandingkan Formula II. Disimpulkan bahwa ekstrak rimpang jahe merah dapat diformulasikan menjadi sediaan tablet dengan metode granulasi basah, dan peningkatan konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik fisik tablet yang dihasilkan.