Hipertensi merupakan penyakit yang tidak menular dan mengalami angka peningkatan baik di tingkat internasional maupun domestik. Di Kabupaten Tuban, kasus hipertensi masih tinggi dan pengendaliannya belum optimal. Penyebab yang berkaitan mengenai penyakit tersebut yakni kualitas tidur. Masalah tidur dapat memengaruhi pengaturan tekanan darah lewat perubahan sistem saraf dan hormonal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada peserta Prolanis di puskesmas Wire. Penelitian ini menerapkan pendekatan analitik korelasional melalui pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini kualitas tidur sebagai variabel independen dan kejadian hipertensi sebagai variabel dependen. Populasi mencakup keseluruhan anggota Prolanis di Puskesmas Wire pada tahun 2025 yang berjumlah 40 orang. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling, sehingga diperoleh 40 responden. Pengumpulan data memanfaatkan tensimeter beserta kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), yang selanjutnya diuji secara statistik menggunakan analisis korelasi Spearman Rank. Berdasar dari hasil penelitian diketahui hampir seluruhnya (80%) peserta Prolanis Puskesmas Wire memiliki kualitas tidur kurang dan sebagian besar (72,5%) teridentifikasi hipertensi derajat 2. Uji Spearman Rank memperoleh nilai r = 0,553 dan p < 0,001 yang artinya ada hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan sedang. Sebagian besar (67,5%) peserta dengan kualitas tidur kurang mengalami Hipertensi derajat 2. Buruknya kualitas tidor berbanding lurus dengan meningkatnya tekanan darah. Peserta Prolanis di Puskesmas Wire disarankan menerapkan pola tidur yang teratur, menghindari faktor yang dapat mengganggu tidur, rutin mengontrol tekanan darah, dan mematuhi terapi yang dianjurkan.