Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN KECEMASAN PERAWAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RSUD dr. R. KOESMA TUBAN Sasongko, Ajek; Yunariyah, Binti; Jannah, Roudlotul
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 6, No 1 (2022): JURNAL KEPERAWATAN WIDYAGANTARI INDONESIA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v6i1.3647

Abstract

Tahun 2020, dunia dihebohkan dengan adanya virus baru yaitu SARS-CoV- 2 dan penyakitnya disebut Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Kejadian kasus Covid-19 terus bertambah dari hari ke hari sehingga petugas kesehatan sebagai garis depan semakin tertekan karena mengkhawatirkan kesehatan mereka, keluarga dan beban kerja yang terus meningkat. respon yang paling sering muncul pada perawat di indonesia ialah perasaan cemas dan tegang sebanyak 70%. Tujuan umum dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran kecemasann perawat pada masa pandemi covid-19 di RSUD dr. Koesma Tuban. Desain penelitian yang akan dugunakan adalah deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif dan jumlah populasi 60 perawat, besar sampel 52 perawat. Teknik sampling yang digunakan adalah Sampling Kuota, dan instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adala kuesioner dengan skala HARS, dianalisa dengan diagram, tabel, dan prosentase. Hampir seluruh perawat (88,4%) di ruang IGD dan IBS RDUD dr. R Koesma Tuban tidak ada kecemasan. Perawat yang tidak ada kecemasan berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki (64,45%). Perawat yang tidak ada kecemasan berdasarkan umur adalah perawat yang berumur 26-35 Tahun (75,6%). Perawat yang tidak ada kecemasan berdasarkan pendidikan adalah perawat S1 Keperawatan (53,3%). Perawat yang tidak ada kecemasan berdasarkan lama bekerja adalah perawat dengan lama bekerja 0-5 tahun (42,2%). Faktor dominan dari beberapa faktor kecemasan perawat pada masa pandemi covid-19 adalah kekhawatiran tentang kesehatan diri, takut membawa infeksi ke rumah atau anggota keluarga. Kecemasan harus dihindari agar tidak menimbulkan kecemasan yang berlebihan yang berakibat tidak bisa mengambil keputusan dan tindakan, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan berpikir positif tentang perasaan cemas Kata kunci : Kecemasan Perawat, Covid-19, Pandemi
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMANDING TUBAN Rahayu, Yustika Dyah; Yunariyah, Binti; Jannah, Roudlotul
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip) Vol 10, No 2 (2022): MARET
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.785 KB) | DOI: 10.14710/jkm.v10i2.32271

Abstract

Stunting merupakan masalah kekurangan gizi pada balita diakibatkan oleh beberapa faktor. Stunting di Indonesia pada tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 30,8 % dan 2019 menurun menjadi 27,7 % atau dengan kata lain 28 dari 100 balita menderita stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor apa yang menyebabkan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding Tuban tepatnya di Desa Penambangan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian survei deskriptif, teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan populasi 160 orang dan 114 sampel ibu yang memiliki balita stunting. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner. Data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hampir seluruhnya balita stunting Desa Penambangan tidak memiliki berat badan lahir rendah dengan jumlah sebanyak (82,5%), sebagian besar ibu yang memiliki balita stunting memiliki tingkat pendidikan dasar (52,6%). Hampir seluruhnya orang tua yang memiliki balita stunting berpendapatan dibawah UMR Kota Tuban (76,3%). Hampir seluruhnya ibu yang memiliki balita stunting tidak memberikan ASI eksklusif (78,1%). Dari tabel distribusi frekuensi yang menyebabkan kejadian stunting di Desa Penambangan yaitu faktor pendidikan ibu, faktor pendapatan orang tua dan pemberiaan ASI eksklusif. Faktor yang paling besar menyebabkan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Semanding Tuban di Desa Penambangan adalah faktor pendidikan ibu, pendapatan orang tua dan pemberiaan ASI eksklusif. Petugas kesehatan dapat memberikan kegiatan penyuluhan mengenai stunting agar dapat melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting.
Stimulation for Fine Motor Development of Children Through The Active Role of Parents in Palang Sub-district, Tuban Wahyuningsih Triana Nugraheni; Teresia Retna Puspitadewi; Binti Yunariyah
Aloha International Journal of Health Advancement (AIJHA) Vol 2, No 1 (2019): JANUARY
Publisher : Alliance oh Health Activists (AloHA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/aijha20101

Abstract

The purpose of this research is to determine the provision of stimulation the fine motor development of children aged 4-5 years through the role of active parents in Palang Sub-district, Tuban. The population of this research was all the parents who have children aged 4-5 years in the kindergarten in Palang Sub-district, Tuban, with population size of 300 people. The sample size were 169 respondents. The sample were selected by using proportionate stratified random sampling. The independent variable was the role of parents in stimulation and the dependent variable was the fine motor development of children. Data of the role of parents were collected by using questionnaires and data of fine motor development were collected by using KPSP (development pre-sceening questionnaire). The data were analyzed by logistic regression test. The role of the parents as the model with p-value of 0.662, gives the opportunity to learn with p-value of 0.211; give the opportunity to practice with p-value of 0.222, motivation with p-value of 0.650 and guidance with p-value of 0.063. The 5 variation of the role of parents had no significant effect on the stimulation of smooth motor development of children aged 4-5 years. Keywords: role of the parents, stimulation, fine motor development
Penyegaran Kelas Kader Posyandu (M-KIA) dalam Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Tambakboyo Kecamatan Tambakboyo Teresia Retna P; Wahyuningsih TN; Binti Yunariyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 7 (2022): October 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i7.1520

Abstract

Data februari 2021 jumlah K1 tahun 2020 sebanyak 516 ibu hamil, beresiko 165 orang,  ibu hamil anemia ringan 25 orang, ibu hamil anemia berat 1 orang, KEK 77 orang, protein (+) 20 orang,  saat pendampingan kelas ibu hamil, kader  yang hadir bergantian, materi sudah diberikan tetapi kader kesulitan mensosialisasikan, dampaknya jika ada ibu hamil didesanya kader kurang tanggap dan tidak peduli, kondisi ini menggambarkan kurangnya pemahaman kader,  dukungan pada ibu hamil kurang. Tujuan kegiatan ini secara umum kader Kesehatan mampu dan terampil dalam  pendampingan ibu hamil. Metode kegiatan ini   ceramah,  demonstrasi, diskusi  serta  tanya jawab, medianya  PPT dan Video, jumlah sasaran 116 kader dari 7 desa selama 3 bulan. Hasil dari  kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat  ini adalah perlu adanya kegiatan lanjutan yang berupa penyegaran kader Kesehatan secara periodik oleh tim pengabdian masyarakat  untuk memaksimalkan kader Kesehatan dalam pendampingan ibu hamil resiko tinggi.
SEDENTARY LIFESTYLE AS A RISK OF OBESITY IN ADOLESCENTS IN TUBAN DISTRICT Binti Yunariyah; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Titik Sumiatin
Nursing Sciences Journal Vol 8 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v8i2.6122

Abstract

Healthy Living Community Movement (GERMAS), one of which is through physical activity carried out for at least 30 minutes per day, but in fact, many people, especially teenagers, are lazy to do it. Sedentary lifestyle is now a serious problem and an important issue in public health because it is carried out for a long period of time so that it has a negative impact on health (Rahma & Wirjatmadi, 2020). The purpose of this study was to analyze the relationship between sedentary lifestyle and the risk of obesity in adolescents. The research design used correlation with a cross-sectional approach. The population in this study were all adolescents in the Tuban D3 Nursing Study Program, Academic Year 2023/2024, totaling 221 people, a sample size of 142 people, simple random sampling technique. The research instrument used a knowledge questionnaire and the Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Data analysis used the chi square test. The results showed that almost all adolescents had a high sedentary lifestyle, namely 116 adolescents (81.7%), but were not at risk of obesity, namely 112 adolescents (78.9%). The results of statistical tests using chi square obtained a value of r = 0.788 greater than that set at <0.05. These results indicate that there is no relationship between sedentary lifestyle and the risk of obesity in adolescents. Obesity is caused by many factors that influence each other. By understanding the causes of obesity, prevention efforts can be made through the implementation of a healthy lifestyle.
Gambaran Pengetahuan Cuci Tangan Yang Benar Menggunakan Sabun Pada Anak SD (Di SDN Prunggahan 01 Kecamatan Semandingkabupaten Tuban) Setya Budi, Oka; Yunariyah, Binti; Jannah, Roudlotul
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v2i9.511

Abstract

Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu Gerakan Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat. Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mencuci tangan pakai sabun hingga kini masih tergolong rendah, indikasinya dapat dilihat dengan tingginya prevalensi penyakit diare. CDC (Centers for Disease Control) merekomendasikan cuci tanga dengan sabun dan air karena prosesnya lebih baik dalam membunuh jenis kuman tertentu, Dengan cuci tangan yang baik dan benar akan memutus rantai penyebaran penyakit dan meminimalkan angka kejadian sakit pada anak SD. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan gambaran Pengetahuan Cuci Tangan Yang Benar Menggunakan Sabun Pada Anak SD di SDN Prunggahan 01 Semanding Tuban. Desain penelitiannya deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional. Populasinya sebanyak 95 anak SD, besar sampelnya 95 anak SD, teknik sampling yang digunakan total sampling. Variabel penelitiannya adalah pengetahuan cuci tangan yang benar menggunakan sabun pada anak SD. Instrumen penelitian ini berupa lembar kuesioner. Setelah data terkumpul di skoring dan ditarbulasi diolah dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (58%) anak berumur 8 tahun. Sebagian besar (61,05%) anak berjenis kelamin perempuan. Hampir setengahnya (48,4%) anak memiliki pengetahuan baik. Sebagian besar (67%) memiliki pengetahuan dalam kategori kurang pada anak berusia 8 tahun. Sebagian besar (71%) memiliki pengetahuan kurang berjenis kelamin Perempuan. Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit. Maka dari itu dilakukan adanya upaya pembiasaan cuci tangan menggunakan sabun sebelum masuk kelas dengan aturan yang di berlakukan di sekolah.
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN YAYASAN PEMELIHARAAN ANAK DAN BAYI PERMATA HATI SURAKARTA Pratiwi Hermiyanti; Wisnu, Nurwening Tyas; Ginarsih, Yuni; Mujayanto; Intiyati, Ani; Yunariyah, Binti; Widyastuti, Dwi Utari; Pratami, Evi; Maharrani, Titi; Mamik; Rokhmalia, Fitri; Husni, Ervi; Windi, Yohanes Kambaru; Sari, Ira Rahayu Tiyar; Istanto, Wisnu; Widarti, Luluk; Sumaningsih, Rahayu; Sulistyowati, Dwi Wahyu Wulan; Kusumaningtyas, Kharisma; Kasiati, Klanting; Setiawan; Sukesi; Rijanto; Triana, Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.558

Abstract

Panti Asuhan merupakan tempat pemeliharaan bagi anak dan bayi yang sengaja diserahkan dikarenakan orang tua mengalami kesulitan ekonomi atau bahkan tanpa orang tua. Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi (YPAB) Permata Hati adalah salah satu Panti Asuhan yang memelihara anak dan bayi yang membutuhkan perlindungan dan pendidikan di Kota Surakarta. Pada masa pandemic covid-19, layanan kesehatan bagi anak dan bayi di YPAB Permata Hati jarang mendapatkan kunjungan dan pemeriksaan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu pelayanan kesehatan bagi anak dan bayi di YPAB Permata Hati Kota Surakarta dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan serta status gizi. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak dan status gizi, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta penyuluhan cara menyikat gigi yang benar. Hasil pemeriksaan status gizi dan tumbuh kembang anak dan bayi di YPAB Permata Hati Kota Surakarta terdapat 30 persen termasuk kurus dan 1 orang anak termasuk suspek perkembangan Denver II (lingkar kepala termasuk mikro). Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan cara sikat gigi yang benar diikuti secara antusias oleh anak-anak YPAB Permata Hati Kota Surakarta Orphanages are places of care for children and babies who are handed over due to parents who are experiencing economic difficulties or even without parents. The Permata Hati Child and Infant Care Foundation (YPAB) is one of the orphanages that care for children and babies who need protection and education in the city of Surakarta. During the Covid-19 pandemic, health services for children and infants at YPAB Permata Hati rarely received visits and checks. The purpose of this community service is to help provide health services for children and infants at YPAB Permata Hati Surakarta City in monitoring growth and development as well as nutritional status. The implementation method used is in the form of examining children's growth and development and nutritional status, counseling on Clean and Healthy Behavior, as well as counseling on how to brush their teeth properly. The results of examinations on the nutritional status and development of children and infants at YPAB Permata Hati, Surakarta, found that 30 percent were underweight and 1 person was suspected of developing Denver II (head circumference including micro). Counseling on Clean and Healthy Behavior and how to brush your teeth was enthusiastically followed by YPAB Permata Hati Surakarta children
Anemia pada Remaja PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM MEWUJUDKAN “REMAJA PUTRI SEHAT BEBAS ANEMIA” DI DESA SAWIR KEC. TAMBAKBOYO, TUBAN Retna Puspitadewi, Teresia; Christyaningsih , Juliana; Yunariyah , Binti
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i1.636

Abstract

Remaja putri memilik risiko tinggi mengalami anemia karena defisiensi zat besi. Hal ini karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan Hambatan penurunan kejadian anemia pada remaja putri antara lain: kurangnya pemahaman keluarga terhadap pencegahan anemia dan status gizi remaja putri, kurang terpaparnya keluarga terhadap risiko atau dampak anemia, oleh karena itu perlu adanya pemberdayaan keluarga untuk :1) Deteksi dini kejadian anemia 2) Edukasi pemenuhan gizi remaja dengan pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian keluarga sebagai upaya mewujudkan remaja putri bebas anemia di Desa Sawir Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban. Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu: tahap 1 tgl 4 Juni 2023 dilakukan skreening anemia pada 50 remaja putri di polindes, tahap 2 tanggal 21 Juni 2023 penyuluhan dan demonstrasi pembuatan menu, tahap 3 tanggal 4-5 Juli 2023 pendampingan pembuatan menu berbahan pangan lokal pada keluarga. Dari kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan hasil skreening masih ditemukan sebagian kecil (10 persen) remaja putri mengalami anemia, kenaikan nilai rata-rata pengetahuan anemia dan dampaknya sebesar 4 Persen dari post-test dibandingkan pre-test ,dan dihasilkan 27 kreasi menu makanan berbahan pangan lokal yang bergizi seimbang bagi remaja. Perlu adanya kegiatan lanjutan yang berupa pendampingan pada keluarga yang memiliki remaja putri agar keluarga dapat melakukan deteksi dini anemia dan pencegahannya serta kerjasama pihak kecamatan, dan puskesmas agar kegiatan pengabdian masyarakat ini tepat sasaran dan berhasil guna sebagai upaya turut serta mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan ‘Remaja Putri Sehat Bebas Anemia’ Adolescent girls have a high risk of anemia due to iron deficiency. This is because adolescent girls menstruate every month and are in their growth Obstacles to reducing the incidence of anemia in adolescent girls include: lack of family understanding of anemia prevention and nutritional status of adolescent girls, lack of family exposure to the risk or impact of anemia, therefore it is necessary to empower families to: 1) Early detection of anemia 2) Education on the fulfillment of adolescent nutrition with the use of local food. Community service activities aim to foster family independence as an effort to realize anemia-free adolescent girls in Sawir Village, Tambakboyo District, Tuban Regency. The activity was carried out in 3 stages, namely: phase 1 on June 4, 2023, anemia screening was carried out on 50 adolescent girls in Polindes, phase 2 on June 21, 2023, counseling and demonstration of menu making, phase 3 on July 4-5, 2023, assistance in making menus made from local food for families. From community service activities, it was found that a small percentage (10 percent) of adolescent girls had anemia, an increase in the average value of anemia knowledge and its impact by 4 percent from the post-test compared to the pre-test, and produced 27 creations of food menus made from local foods that are nutritionally balanced for adolescents. There needs to be further activities in the form of assistance to families who have adolescent girls so that families can carry out early detection of anemia and its prevention as well as cooperation between the Subdistrict, and Puskesmas so that this community service activity is right on target and successful as an effort to participate in the success of government programs in realizing 'Healthy Young Women Free of Anemia'
Kualitas Makanan Ibu Hamil Dengan Kejadian Anemia Di Daerah Pesisir (Palang) Satria Jesicka Kurnia Dini; Teresia Retna P; Yasin Wahyurianto; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1857

Abstract

Dalam kasus di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah ibu hamil kurang dari 11 g/dL, 63.522, atau sekitar 10,76% dari 590.205 ibu hamil di Provinsi Jawa Timur, mengalami anemia kehamilan, menurut data profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitasmakanan ibu hamil dengan kejadian Anemia di di daerah pesisir (Palang). Desain penelitian korelasional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebagian Ibu Hamil yang berada di daerah pesisir sebanyak 112 Ibu Hamil.Teknik sampling yang digunakan simple random sampling.Variabel independen adalah kualitas makanan ibu hamil.Variabel dependen adalah kejadian Anemia. Cara pengambilan data dengan kuisioner dan Observasi buku KIA kemudian dilakukan pengolahan data dan analisis statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (68.75%) ibu hamil memiliki kategori kualitas makanan yang baik, sebagian kecil (10,71%) ibu hamil menderita anemia. Setelah dilakukan uji Chi – Square antara kualitas makananibu hamil dengan kejadian anemia didapatkan nilai P-value = 0,005 dimana nilai P – value<α(0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas makanan ibu hamil dengan kejadian anemia. Upaya menangani Ibu Hamil dengan Anemia oleh bidan desa yaitu dengan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kadar Hemoglobin, pemberian tablet tambah darah 2x dalam satu hari, dan edukasi gizi yang seimbang untuk kesehatan ibu dan janin.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pencegahan Fluor Albus Patologis Di Sman 3 Tuban Dita Aprilia Nur Kofifah; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i8.1859

Abstract

Fluor albus patologis merupakan keputihan abnormal yang dapat menandakan adanya infeksi atau gangguan pada organ reproduksi wanita. Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami fluor albus akibat kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan dan kesehatan reproduksi. Pencegahan sejak dini melalui edukasi sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi. Bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang pencegahan fluor albus patologis di SMAN 3 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah siswi kelas 11 SMAN 3 Tuban Tahun Ajaran 2024/2025 yang berjumlah 134 siswi. Sampel 100 siswi. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Alat yangdigunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner melalui google form. Data analisis deskriptif dengan tabel frekuensi. Hasil Penelitian didapatkan sebagian besar pendidikan orang tua siswi SMAN 3 Tuban berpendidikan SMA, sebagian besar siswi SMAN 3 Tuban belum pernah mendapatkan informasi mengenai pengetahuan pencegahan fluor albus patologis. Hampir setengahnya remaja putri memiliki tingkat pengetahuan cukup. Sebagian besar orang tua yang berpengetahuan baik berpendidikan PT. Dan hampir seluruhnya remaja putri di SMAN 3 Tuban memiliki pengetahuan kurang tidak pernah mendapatkan informasi terkait pencegahan fluor albus patologis. Pengetahuan memiliki peran yang sangat penting dalam mempengaruhi perilaku remaja putri terkait pencegahan fluor albus patologis. Semakin tinggi tingkat pengetahuan yang dimiliki, maka semakin baik pula kemampuan remaja putri dalam mengenali, memahami, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan fluor albus patologis secara tepat. Dengan demikian, dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan reproduksi secara rutin.
Co-Authors Agnes, Yeni Lufiana Novita Ananda Dwi Octavia Anggita Intan Cahyani Ani Intiyati Bagus F, Mochamad Yanuar Christyaningsih , Juliana Denny Eka Prasetyawan Dita Aprilia Nur Kofifah Dwi Syahrani, Aulia Ervi Husni, Ervi Evi Pratami Evi Yunita Nugrahini Farika Izaz Salsabila Firnanda Gita Putri Oktavia Riningsih Ginarsih, Yuni Helmi Chentia Hermiyanti, Pratiwi Hery Sumasto Hilmi Yumni Ira Puspita Sari Ira Rahayu Tiyar Sari Irmanda Mufida Istanto, Wisnu Jasmine, Melinda Margareth Julia Novita Putri Kasiati, Klanting Kharisma Kusumaningtyas Kuswaningsih, Kuswaningsih Lenny Putri Yunita Gayatri Luluk Widarti, Luluk Mamik Mirna Tri Cahyani Moch. Bahrudin Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Iqbal Tawakal Mujayanto Nabila Nur Cahyani Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nurwening Tyas Wisnu Puspita Dewi, Teresia Retna Putri Dwi Yanti Rahayu Sumaningsih Rahayu, Yustika Dyah Retna Puspitadewi, Teresia Rijanto Rokhmalia, Fitri Roudhlotul Jannah Roudhotul Jannah ROUDLOTUL JANNAH Roudlotul Jannah Sabila Dhiyaul Auliya Santa, Farah Salsabila Sasongko, Ajek Satria Jesicka Kurnia Dini Setiawan Setya Budi, Oka Shafira Salsa Adinda Shovia Mei Sanggar Wati Siswari Yuniarti Siti Maimuna Siti Munawaroh Siti Nur Aisyah Sri Utami SU'UDI Su'udi, Su'udi Sukesi . Sulistyowati, Dwi Wahyu Wulan Sumaningsih, Rahayu Su’udi Su’udi, Su’udi, Su’udi Tanty Wulan Dari Teresia Retna P Teresia Retna Puspitadewi,S.Kep,Ns,M.Kes Titi Maharrani Titik Sumiatin Triana N, Wahyuningsih Triana N., Wahyuningsih Triana, Wahyuningsih Vera Feriska A Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih TN Wahyuningsih Triana N Wahyurianto, Yasin Widyastuti, Dwi Utari Windi, Yohanes Kambaru Wisnu, Nurwening Tyas Yasin Wahyuriyanto Yuni Ginarsih