Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelestarian Tradisi “Sayang-Sayang Mandar” sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Islam di Desa Tallu Banua Utara Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Asrar Asrar
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Isu dan Tantangan Kontemporer dalam Pendidikan, Ilmu Sosial, da
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6d4rf026

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan lagu Sayang-Sayang sebagai kesenian dan warisan budaya Mandar yang mengandung pesan moral serta nilai kehidupan. Perubahan zaman dan pola kehidupan generasi muda menjadi tantangan dalam mempertahankan eksistensi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pelestarian lagu Sayang-Sayang, kandungan nilai pendidikan Islam di dalamnya, serta pemanfaatannya sebagai media penanaman nilai pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku seni, orang tua, dan generasi muda. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian lagu Sayang-Sayang dilakukan melalui kegiatan seni budaya, pewarisan antargenerasi, kegiatan masyarakat, serta kegiatan sosial dan keagamaan. Lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan nasihat dan pesan moral. Nilai pendidikan Islam yang terkandung meliputi akhlak, kesopanan, kasih sayang, tanggung jawab, penghormatan, kebaikan, dan kehidupan sosial yang harmonis. Dengan demikian, pelestarian lagu Sayang-Sayang dapat menjadi media pendidikan Islam yang kontekstual dalam membentuk generasi berakhlak baik sekaligus mempertahankan identitas budaya Mandar.