p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Yovita Dwi Setiyowati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Latihan ROM Pasif terhadap Peningkatan Mobilitas Fisik pada Pasien Post Operasi Ortopedik di Unit Bedah Renny Natalia; Yovita Dwi Setiyowati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.20793

Abstract

Fraktur femur merupakan cedera muskuloskeletal yang sering menyebabkan gangguan mobilitas fisik pasca tindakan pembedahan, terutama pada periode awal pascaoperasi. Latihan Range of Motion (ROM) pasif merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan sejak dini untuk mempertahankan fleksibilitas sendi serta mendukung pemulihan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan latihan ROM pasif terhadap peningkatan mobilitas fisik pada pasien post operasi fraktur femur. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien, yaitu Pasien 1 dan Pasien 2, yang menjalani operasi fraktur femur di ruang perawatan bedah. Data dikumpulkan melalui observasi klinis, wawancara, dan studi dokumentasi rekam medis selama dua hari perawatan. Latihan ROM pasif diterapkan pada ekstremitas bawah yang mengalami gangguan, dan hasilnya dievaluasi dengan membandingkan skala nyeri, kemampuan bergerak, serta tingkat mobilitas sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan klinis pada kedua pasien. Skala nyeri Pasien 1 menurun dari 54/10 menjadi 43/10, dengan kemampuan mengangkat tungkai meningkat dari sekitar satu genggam tangan menjadi satu jengkal tangan. Skala nyeri Pasien 2 menurun dari 43/10 menjadi 32/10, dengan kemampuan mengangkat tungkai meningkat dari satu jengkal menjadi satu setengah jengkal. Kedua pasien juga menunjukkan peningkatan kooperasi dan penurunan respons nyeri selama latihan, meskipun masalah mobilitas fisik baru teratasi sebagian dalam periode observasi. Kesimpulannya, latihan ROM pasif yang diberikan secara konsisten selama dua hari berkontribusi terhadap peningkatan mobilitas fisik dan penurunan nyeri pada pasien post operasi fraktur femur, sehingga dapat menjadi bagian dari asuhan keperawatan komprehensif, meskipun tetap diperlukan latihan lanjutan yang berkesinambungan untuk mencapai pemulihan yang optimal.
Efektivitas Foot Massage terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Unit Medikal Ribka Ribka; Yovita Dwi Setiyowati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.20794

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi permasalahan kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. WHO pada tahun 2023 melaporkan bahwa sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, dan hampir dua pertiga di antaranya berada di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Indonesia, prevalensinya terus meningkat sehingga memperbesar risiko komplikasi organ target seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal kronis. Terapi farmakologis tetap menjadi standar penatalaksanaan, namun keterbatasannya berupa efek samping dan tantangan kepatuhan jangka panjang menegaskan perlunya intervensi non-farmakologis komplementer. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas foot massage terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi yang dirawat di unit medikal. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif pada dua pasien hipertensi rawat inap (Pasien 1 dan Pasien 2) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Foot massage diberikan selama 30 menit, dengan pengukuran tekanan darah, nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen sebelum dan setelah intervensi dua hingga tiga hari selama 30 menit. Data dikumpulkan melalui observasi klinis, wawancara, dan telaah rekam medis, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah yang konsisten pada kedua pasien. Tekanan darah Pasien 1 menurun dari 150/90 mmHg menjadi 140/67 mmHg pada hari pertama, dan stabil pada 110/85 mmHg di hari ketiga. Tekanan darah Pasien 2 menurun dari 140/90 mmHg menjadi 130/80 mmHg setelah intervensi pertama. Kedua pasien juga melaporkan peningkatan kenyamanan, berkurangnya sakit kepala, dan penurunan kekakuan otot.  Kesimpulannya, foot massage merupakan intervensi keperawatan non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diajarkan untuk menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kenyamanan pasien hipertensi rawat inap, sehingga mendukung integrasinya dalam asuhan keperawatan holistik bersama terapi non- farmakologis standar.