Gangguan bersihan jalan napas tidak efektif merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan, terutama pada pasien yang menggunakan chest tube Water Seal Drainage (WSD). Berdasarkan hasil observasi awal di ruang perawatan, pasien mengalami kesulitan mengeluarkan sekret, batuk tidak efektif, serta kurang memahami teknik batuk yang benar. Kondisi tersebut meningkatkan risiko komplikasi respirasi seperti sesak napas, penumpukan sekret, dan penurunan fungsi ventilasi paru. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan edukasi dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan teknik batuk efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan latihan batuk efektif sebagai upaya memperbaiki bersihan jalan napas. Metode kegiatan meliputi observasi kondisi respirasi pasien, edukasi kesehatan, demonstrasi teknik batuk efektif, serta pendampingan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada satu pasien dengan riwayat asma bronkial yang terpasang chest tube WSD selama tiga hari berturut-turut (3 × 24 jam). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan batuk efektif, penurunan keluhan sesak napas dan suara napas tambahan, serta peningkatan nilai saturasi oksigen. Indikator luaran bersihan jalan napas meningkat dari skala 3 (sedang) menjadi skala 5 (meningkat) setelah intervensi dilakukan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan latihan batuk efektif dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam menjaga bersihan jalan napas dan berpotensi diterapkan sebagai bagian dari intervensi keperawatan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dengan gangguan respirasi.