Rendahnya minat baca dan belum berkembangnya budaya literasi masih menjadi tantangan di SMP Negeri 3 Hiliduho. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar peserta didik belum membiasakan membaca sebagai aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, keterbatasan sarana literasi yang mudah dijangkau menyebabkan koleksi bacaan di sekolah belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan dan launching pojok baca sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kegiatan ini bertujuan menghadirkan fasilitas membaca yang nyaman, menarik, dan mudah diakses sekaligus meningkatkan minat baca peserta didik. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif yang mencakup identifikasi kebutuhan sekolah, perencanaan kegiatan, pembangunan pojok baca, penyediaan koleksi buku, pelaksanaan launching, serta evaluasi melalui observasi, dokumentasi, dan diskusi bersama pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pojok baca berhasil diwujudkan sebagai sarana literasi yang layak dengan koleksi bacaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kehadiran fasilitas tersebut mendorong peserta didik untuk memanfaatkan waktu luang dalam kegiatan membaca, memperluas akses terhadap sumber bacaan, serta memperkuat implementasi Gerakan Literasi Sekolah di lingkungan SMP Negeri 3 Hiliduho. Program ini juga memperoleh dukungan aktif dari kepala sekolah, guru, dan mahasiswa Program Asistensi Mengajar sehingga memiliki peluang untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pengadaan pojok baca dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus meningkatkan minat baca peserta didik.