Ni Wayan Anjeli Swasti
Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolaborasi Pentahelix pada Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kawasan Kota Lama Semarang Ni Wayan Anjeli Swasti; Mesy Faridah Hendiyani
Jurnal Media Birokrasi Jurnal Media Birokrasi, Vol. 8 No. 1, April 2026
Publisher : PRODI ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DAERAH FAKULTAS MANAJEMEN PEMERINTAHAN IPDN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jmb.v8i1.6436

Abstract

Destinasi heritage nominasi UNESCO, Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS) berada pada kondisi mengalami degradasi fisik atau kerusakan infrastruktur dan konflik kepentingan. Padahal, kawasan ini potensial untuk daya tarik wisata berbasis pelestarian budaya dan lingkungan.  Tujuan studi ini adalah  untuk menganalisis kolaborasi pentahelix oleh pemerintah, swasta, media, akademisi, dan komunitas masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.  Studi KKLS ini menggunakan kerangka collaborative governance melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur kepada delapan informan kunci, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan empat dimensi: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix di KKLS berjalan cukup efektif: pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, pelaku usaha menyediakan inovasi ekonomi, AMBO menggerakkan partisipasi komunitas, akademisi berkontribusi pada kajian teknis, serta media mendiseminasikan informasi. Namun demikian, ditemukan sejumlah hambatan, yakni koordinasi lintas sektor yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, belum tersedianya Perda Pemajuan Kebudayaan, serta ketimpangan kapasitas antar aktor. Penelitian ini menegaskan bahwa tata kelola pariwisata berkelanjutan memerlukan forum kolaborasi yang terstruktur, kepemimpinan fasilitatif yang kuat, dan regulasi yang komprehensif. Penelitian ini berkontribusi pada pengisian gap literatur tentang tata kelola kolaboratif kawasan wisata heritage perkotaan di Indonesia dan menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata berkelanjutan memerlukan forum kolaborasi yang terstruktur, kepemimpinan fasilitatif yang kuat, regulasi yang komprehensif, serta partisipasi aktif seluruh elemen pentahelix.