Rizka Latifa
Fakultas Psikologi UP45 Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRES PENGASUHAN DAN DUKUNGAN SOSIAL MENUJU FLOURISHING PADA ORANG TUA DENGAN ANAK STUNTING Rizka Latifa; Fx. Wahyu Widiantoro
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15282

Abstract

Childhood stunting triggers profound psychological burdens for families, frequently manifesting as chronic parenting stress within vulnerable socio-ecological environments. This study aims to explore in depth the dynamics of parenting stress and the multifaceted role of social support in facilitating a state of flourishing among parents of children with stunting. This research utilizes a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis to comprehensively capture the essence of the participants' lived experiences. The participants in this study were three mothers raising toddlers diagnosed with stunting in the coastal area of Jeruksari Village, Pekalongan. Data collection was conducted through in-depth interviews and structured observations, with credibility ensured through source triangulation involving village midwives and local health volunteers. The results indicate that social stigma and future anxieties provoke severe parenting stress, yet the presence of emotional, instrumental, informational, and appraisal support effectively regulates these psychological pressures. Integrated social support acts as a crucial catalyst transforming caregiving perceptions from vulnerability toward positive acceptance, meaningfulness, and optimal adaptive functioning. These findings highlight the urgency of integrating psychosocial interventions alongside nutritional programs. ABSTRAK Stunting pada balita memicu beban psikologis mendalam bagi keluarga yang sering kali bermanifestasi dalam bentuk stres pengasuhan kronis di lingkungan sosial yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam dinamika stres pengasuhan serta peran multifaset dukungan sosial dalam memfasilitasi pencapaian kondisi flourishing pada orang tua dengan anak stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis guna menangkap makna pengalaman hidup partisipan secara komprehensif. Partisipan dalam studi ini adalah tiga orang ibu yang memiliki balita terdiagnosa stunting di wilayah pesisir Desa Jeruksari, Pekalongan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta observasi terstruktur, yang kemudian diuji kredibilitasnya melalui proses triangulasi sumber bersama bidan desa dan kader posyandu setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial dan kecemasan masa depan memicu stres pengasuhan, namun kehadiran dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan mampu meregulasi tekanan tersebut secara efektif. Dukungan sosial yang terintegrasi menjadi katalisator krusial yang mentransformasi persepsi pengasuhan dari keterpurukan menuju penerimaan positif, kebermaknaan hidup, dan fungsi adaptif optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan intervensi psikososial keluarga di samping pemberian bantuan nutrisi fisik.