Latar Belakang: Operasi caesar (CS) adalah persalinan bedah yang prevalensinya terus meningkat, mencapai 21% secara global dan 25,9% di Indonesia pada tahun 2023. Di RSD Gunung Jati Cirebon, CS menyumbang 47,4% dari persalinan pada tahun 2017. Makrosomia, berat lahir di atas 4.000 gram, adalah salah satu indikasi yang terkait dengan trauma jaringan yang lebih luas dan nyeri pasca operasi yang lebih besar. Nyeri akut yang tidak diobati membatasi mobilisasi dini, mengganggu istirahat, dan memperlambat pemulihan, sehingga pendekatan non-farmakologis berdasarkan Praktik Keperawatan Berbasis Bukti (EBNP) diperlukan bersamaan dengan analgesik. Tujuan: Untuk menentukan perubahan tingkat nyeri akut setelah intervensi aromaterapi lemon pada pasien pasca operasi caesar dengan makrosomia. Metode: Makalah ilmiah ini disusun sebagai laporan perawatan keperawatan menggunakan EBNP, yang meliputi asesmen, diagnosis keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi pada satu pasien berusia 40 tahun di bangsal pasca persalinan. Aromaterapi lemon dihirup melalui diffuser buluh selama 15 hingga 30 menit sekali sehari selama 3 hari berturut-turut, dikombinasikan dengan supositoria pronalges 2x100 mg dan ketorolac 3x30 mg. Intensitas nyeri diukur menggunakan Skala Peringkat Numerik sebelum dan sesudah setiap sesi. Hasil: Hasil menunjukkan penurunan skor nyeri dari 6 (kategori sedang) menjadi 2 (kategori ringan), dengan rata-rata 5,00 sebelum dan 3,67 setelah intervensi dan pengurangan yang konsisten sebesar 1 hingga 2 poin per sesi. Tanda-tanda vital tetap stabil dan pasien beristirahat lebih baik. Kesimpulan & Rekomendasi: Aromaterapi lemon merupakan intervensi komplementer yang efektif untuk mengurangi nyeri akut. Perawat disarankan untuk menerapkannya bersamaan dengan terapi farmakologis, dan pasien dapat mempraktikkannya secara mandiri.