Indah Fatika Syuhada
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Simbolis Tingkuluak dalam Kehidupan Sosial dan Budaya Masyarakat Jorong Balai Dama Kabupaten Solok Indah Fatika Syuhada; Mutia Kahanna
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2026): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v4i1.921

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbolis tingkuluak dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Jorong Balai Dama, Kabupaten Solok. Tingkuluak bukan sekadar penutup kepala, melainkan warisan leluhur Minangkabau yang menyimpan nilai-nilai kearifan lokal dan mencerminkan nilai sosial serta budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dan simbol yang terkandung dalam tingkuluak serta peranannya dalam mempererat kehidupan sosial dan menjaga kelestarian budaya masyarakat Jorong Balai Dama, Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Makna Simbolis Clifford Geertz dan teori Fungsionalisme Struktural Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkuluak memiliki makna simbolis sebagai simbol persaudaraan dan gotong royong, kepatuhan terhadap aturan adat, serta kebersamaan. Tingkuluak juga menjadi jati diri masyarakat Jorong Balai Dama dan berperan dalam memperkuat solidaritas sosial. Selain itu, keberadaan dan penggunaan tingkuluak dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya menunjukkan bahwa warisan budaya tersebut masih memiliki peranan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkuluak relevan untuk dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari keberlanjutan budaya masyarakat.