This Author published in this journals
All Journal Meuseuraya
Syarifah Nora Andriaty
Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh Besar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Perilaku Hidup Sehat Melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi di Kalangan Remaja di Sanggar Belajar Sungai Besi Indah Kuala Lumpur, Malaysia Elmiyati Elmiyati; Satria Safirza; Ratih Ayu Atika; Syarifah Nora Andriaty; Rahmat Saputra Zaki
⁠Meuseuraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Juni-November
Publisher : Universitas Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang berada pada fase transisi penting, ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang berpengaruh terhadap cara mereka memahami tubuh, seksualitas, serta relasi sosial. Pada fase ini, rendahnya literasi kesehatan reproduksi sering berimplikasi pada munculnya perilaku seksual berisiko dan pergaulan bebas, terutama ketika remaja tidak mendapatkan informasi yang benar dari keluarga, sekolah, maupun lingkungan sosialnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Sanggar Belajar Sungai Besi Indah Kuala Lumpur, Malaysia, yang berada di bawah naungan KBRI dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sebagai wadah pendidikan anak-anak Indonesia yang tidak sepenuhnya terfasilitasi pendidikan formal. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi serta meningkatkan kesadaran mereka tentang bahaya pergaulan bebas sebagai langkah preventif terhadap seks bebas dan dampaknya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan ceramah, penyusunan media edukasi, dan diskusi interaktif. Sebelum kegiatan dilakukan, tim pengabdian menyusun materi tentang kesehatan reproduksi remaja, risiko pergaulan bebas, serta pentingnya pengendalian diri dan pemilihan pergaulan yang sehat. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk mengukur tingkat pemahaman dan memberi ruang pada peserta menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Penyuluhan dilaksanakan pada 10 Oktober 2025 dengan melibatkan remaja yang belajar di sanggar tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti penyuluhan secara antusias, terlibat aktif dalam diskusi, serta mampu memberikan jawaban yang sesuai terhadap pertanyaan yang diajukan pemateri. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi melalui kegiatan penyuluhan dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan literasi remaja dan memperkuat kesadaran mereka dalam menjaga kesehatan reproduksi melalui pembatasan pergaulan bebas. Secara umum, kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun perilaku hidup sehat berbasis pengetahuan reproduksi pada remaja Indonesia yang tinggal di Malaysia.