Annisa Febrian Hadiyanti
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Pemberian Makan dengan Konsumsi Junk Food pada Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kecamatan Banguntapan Annisa Febrian Hadiyanti; Nor Eka Noviani; Silvi Lailatul Mahfida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1518

Abstract

Meningkatnya konsumsi junk food pada anak usia prasekolah berisiko memicu masalah gizi dan gangguan tumbuh kembang, yang salah satunya dipengaruhi oleh pola asuh pemberian makan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh pemberian makan dengan konsumsi junk food pada anak usia prasekolah di wilayah Kecamatan Banguntapan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan desain korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 103 orang tua yang memiliki anak usia 4-6 tahun di tiga Taman Kanak-Kanak wilayah Kecamatan Banguntapan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Caregiver Feeding Style Questionnaire (CFSQ) modifikasi untuk mengukur pola asuh pemberian makan dan kuesioner Junk food Intake Measure (JFIM) modifikasi untuk mengukur konsumsi junk food. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden menerapkan pola asuh demokratis yaitu sebanyak 39 orang tua (37,86%), diikuti pengabaian 35 orang tua (33,98%), otoriter 17 orang tua (16,50%), dan permisif 12 orang tua (11,65%). Kebiasaan konsumsi junk food anak sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak 53 anak (51,46%), kategori sedang 43 anak (41,75%), dan kategori tinggi 7 anak (6,80%). Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p < 0,001, yang menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pola asuh pemberian makan dengan konsumsi junk food pada anak usia prasekolah. Pola asuh demokratis cenderung menghasilkan tingkat konsumsi junk food yang lebih rendah dibandingkan pola asuh pengabaian maupun permisif.