Anemia merupakan kondisi tubuh kekurangan sel darah merah ataukadar hemoglobin di bawah batas normal, kurang dari 12 gr/dL. Remaja putri termasukkelompok berisiko tinggi mengalami anemia akibat menstruasi, pola makan tidakseimbang, dan kurangnya asupan zat besi. Pengetahuan yang memadai tentang anemiaberperan penting agar remaja putri mampu melakukan upaya pencegahan sejak dini,sehingga dampak buruk seperti penurunan konsentrasi belajar, mudah lelah, dangangguan pertumbuhan dapat dihindari sejak awal.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengankejadian anemia pada remaja putri kelas VII di SMP Islam Nurul Ihsan Kota PalangkaRaya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.Sampel penelitian berjumlah 52 responden remaja putri kelas VII, dipilih menggunakanteknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan danpemeriksaan kadar hemoglobin, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuankurang, yaitu 25 orang (48,1%), pengetahuan cukup 19 orang (36,5%), dan pengetahuanbaik 8 orang (15,4%). Sebanyak 15 responden (28,8%) mengalami anemia dan 37responden (71,2%) tidak mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square (p value = 0,013 atau p< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadiananemia.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadiananemia pada remaja putri kelas VII di SMP Islam Nurul Ihsan Kota Palangka Raya.Semakin rendah pengetahuan remaja putri tentang anemia, semakin besar risikoterjadinya anemia, sehingga diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan secaraterstruktur dan berkelanjutan di lingkungan sekolah guna menekan angka kejadiananemia pada remaja putri di masa mendatang.