Kehamilan dengan status grande multigravida tergolong sebagai kondisi berisiko tinggi yang rentanterhadap penyulit pada ibu maupun janin. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan kebidanansecara menyeluruh guna memantau kondisi kesehatan serta meminimalkan potensi komplikasi sejakawal. Studi ini bertujuan untuk menguraikan penatalaksanaan asuhan kebidanan pada Ny. A, seorangpasien grande multigravida akibat kegagalan alat kontrasepsi IUD yang disertai diabetes gestasionaldan riwayat tindakan sectio caesarea (SC). Metode: Penelitian ini menerapkan desain laporan kasus(Case Report) berbasis pendekatan manajemen kebidanan. Proses pengumpulan data dilaksanakanpada bulan Januari hingga Mei 2026 di Puskesmas Plaosan meliputi wawancara klinis, pemeriksaanfisik, tes penunjang, pengamatan langsung, serta pencatatan rekam medis. Hasil dan Pembahasan:Intervensi kebidanan diprioritaskan pada pemantauan ketat status kesehatan ibu dan janin, pengaturanpola makan dan latihan fisik untuk mengontrol kadar gula darah, edukasi tanda bahaya kehamilanberisiko, serta perencanaan penggunaan kontrasepsi pascamelahirkan. Evaluasi menunjukkan adanyaperbaikan klinis yang signifikan pada pasien, ditandai dengan penurunan kadar gula darah acak (GDA)serta stabilnya kadar hemoglobin (Hb) pada angka 14,4 g/dL. Simpulan: Pemberian asuhan kebidanansecara berkelanjutan selama tiga bulan terbukti efektif meningkatkan pemahaman pasien terkait risikokehamilannya. Selain itu, penderita diabetes gestasional berhasil mengontrol kondisinya melaluipenerapan diet rendah karbohidrat, olahraga ringan teratur seperti berjalan kaki, serta pembatasanaktivitas fisik yang berat.