Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting dalam perkembangan individu yang perlu dipantau secara berkelanjutan, namun proses identifikasi dini terhadap masalah psikologis masih menghadapi berbagai keterbatasan, seperti kurangnya akses layanan, stigma, serta belum optimalnya pencatatan kondisi kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan merancang Sistem MENTARI (M (mood tracking harian (selfreport), E (edukasi kesehatan mental), N (Notifikasi risiko dini), T (Tes Screening (DASS-21), A (Analisis data (digital dashboard), R (Rekomendasi personalisasi), I (Integrasi komunitas sekolah) sebagai media pemantauan kesehatan mental remaja berbasis digitalisasi. Sistem dirancang untuk mendukung pengguna dalam melakukan pemeriksaan mandiri secara berkala melalui kuesioner skrining, pencatatan suasana hati, penyediaan informasi edukatif, serta penyampaian rekomendasi tindak lanjut sesuai tingkat risiko yang teridentifikasi. Metode penelitian ini adalah Research And Development (R&D) menggunakan pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall. Sistem MENTARI diharapkan mampu menyediakan informasi kondisi kesehatan mental remaja secara lebih terstruktur, mudah diakses, dan menjaga kerahasiaan data pengguna. Selain itu, sistem ini dapat menjadi sarana pendukung bagi remaja, keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini serta mendorong rujukan ke layanan profesional apabila diperlukan. Perancangan sistem ini diharapkan berkontribusi pada pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kesadaran dan pemantauan kesehatan mental remaja.