Musmundiroh
Universitas Duta Bangsa Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Kualitatif: Pengalaman Remaja Putri Dalam Menghadapi Gangguan Menstruasi Di SMK Mandala Bhakti Surakarta Winda Ratika Fanni; Musmundiroh; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1756

Abstract

Latar Belakang: Gangguan menstruasi merupakan pengalaman yang cukup sering dialami remaja putri dan memengaruhi kondisi fisik, emosional, pola menstruasi, serta aktivitas sehari-hari. Secara Global prevalensi gangguan siklus menstruasi 45%. Sementara di Indonesia 13,7% remaja putri mengalami menstruasi yang tidak teratur. Di Provinsi Jawa Tengah prevalensi keluhan nyeri haid mencapai 89,5%, siklus yang tidak teratur 31,2% dan durasi menstruasi memanjang 5,3%. Meski begitu masih sedikit penelitian yang membahas gangguan menstruasi secara kualitatif. Tujuan: Memahami secara mendalam pengalaman remaja putri dalam menghadapi gangguan menstruasi di SMK Mandala Bhakti Surakarta. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Lima partisipan kelas XI dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada 13 Mei–10 Juni 2026 dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian: Penelitian ini menghasilkan empat tema utama, yaitu pengalaman remaja selama menstruasi, pemahaman dan pemaknaan gangguan menstruasi, sumber informasi dan dukungan sosial, serta strategi adaptasi terhadap gangguan menstruasi. Partisipan mengalami keluhan fisik seperti nyeri, lemas, mual dan pegal, keluhan emosional berupa perubahan suasana hati, dampak terhadap aktivitas belajar dan mobilitas, serta perubahan pola menstruasi berupa keterlambatan dan durasi yang memanjang. Pemahaman terhadap gangguan menstruasi berkembang melalui pengalaman pribadi dan informasi dari keluarga, sekolah, teman sebaya, serta media digital. Strategi adaptasi meliputi pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis yang dipilih sesuai pengalaman dan kenyamanan masing-masing. Kesimpulan: Temuan menunjukkan bahwa pengalaman menstruasi remaja bersifat beragam dan saling berkaitan, karena itu penguatan edukasi kesehatan reproduksi di rumah maupun sekolah diperlukan agar remaja lebih mampu mengenali gangguan menstruasi dan menentukan penanganan yang tepat.