Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Storytelling Digital Kartun Terhadap Kecemasan Anak Yang Mendapatkan Tindakan Invasif Aditya Rahman; Riau Roslita; Dian Roza Adila; Agnita Utami; Asfeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1976

Abstract

Tindakan invasif pada anak sering menimbulkan kecemasan yang berdampak pada kondisi psikologis serta tingkat kerja sama anak selama perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan adalah storytelling digital kartun sebagai bentuk terapi bermain dengan pendekatan distraksi audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh storytelling digital kartun terhadap tingkat kecemasan anak yang mendapatkan tindakan invasif. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan control group design. Sampel berjumlah 30 anak usia 3–12 tahun yang menjalani tindakan invasif di Ruangan Anggrek RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, terdiri dari 15 anak kelompok intervensi dan 15 anak kelompok kontrol, dengan teknik consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Facial Image Scale (FIS). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan nilai minimum, maksimum, mean, dan median serta analisis bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak pada kelompok intervensi berada pada kategori tidak cemas hingga cemas ringan, sedangkan kelompok kontrol mayoritas berada pada kategori cemas sedang hingga sangat cemas. Uji statistik menunjukkan nilai p value = 0.001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan storytelling digital kartun terhadap penurunan tingkat kecemasan anak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa storytelling digital kartun efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai alternatif terapi bermain nonfarmakologis untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas asuhan keperawatan anak. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik keperawatan anak serta dikembangkan melalui penelitian dengan sampel lebih besar dan desain yang lebih kuat.