Lidra Agustina Tanjung
Universitas Tjut Nyak Dhien

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kedisiplinan Belajar dengan Efektivitas Komunikasi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Binjai Rita Zahara; Syailendra Reza; M. Rozali; Larasati Nur Kharomah; Lidra Agustina Tanjung
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.822

Abstract

p Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kedisiplinan belajar dengan efektivitas komunikasi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Binjai Latar belakang dari penelitian ini adalah kenyataan bahwa kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk kemampuan komunikasi yang efektif baik dalam konteks akademik maupun sosial Dalam lingkungan sekolah komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam membangun interaksi positif antara siswa dengan guru maupun antarsesama siswa Namun demikian efektivitas komunikasi tidak selalu hadir secara alami melainkan sering kali dipengaruhi oleh perilaku belajar siswa salah satunya adalah kedisiplinan belajar Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Binjai Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1 Tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Binjai secara umum tergolong tinggi dengan rata rata skor 3 73 dari skala 1 4 Kedisiplinan ini mencakup aspek ketepatan waktu konsistensi dalam belajar dan ketaatan terhadap aturan Namun ditemukan pula bahwa beberapa siswa masih menghadapi tantangan dalam menjaga jadwal belajar secara mandiri 2 Tingkat efektivitas komunikasi siswa juga termasuk tinggi dengan nilai rata rata 3 61 Siswa cenderung lebih unggul dalam aspek reseptif seperti mendengarkan dan memahami pesan dibandingkan dengan aspek ekspresif seperti menyampaikan ide secara logis dan sistematis Hal ini menunjukkan adanya potensi besar untuk pengembangan keterampilan komunikasi aktif; 3 Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara kedisiplinan belajar dan efektivitas komunikasi siswa sebagaimana ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0 733 Ini berarti semakin tinggi tingkat kedisiplinan belajar siswa maka semakin tinggi pula efektivitas komunikasi mereka Korelasi ini mengindikasikan keterkaitan yang erat antara pembentukan perilaku belajar yang konsisten dengan kemampuan siswa dalam berinteraksi secara efektif Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak sekolah guru dan orang tua untuk lebih mendorong dan memfasilitasi perilaku belajar disiplin pada siswa sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas komunikasi mereka baik dalam kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sosial di sekolah p
Toleransi Beragama: Masjid Azizi Tanjung Pura dan Vihara Setia Budha Binjai Lidra Agustina Tanjung
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 2: Juni 2025 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.895

Abstract

p Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk bentuk praktik toleransi antar umat beragama yang terjadi di sekitar Masjid Azizi Tanjung Pura dan Vihara Setia Budha Binjai Masjid Azizi tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Islam tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan symbol keharmonisan lintas etnis sejak masa Kesultanan Langkat Vihara Setia Budha Binjai pun memiliki latar belakang sejarah panjang sejak abad ke 19 dan tetap menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar termasuk dengan umat Islam yang turut membantu dalam proses pembangunan dan pemeliharaan Vihara Melalui wawancara dengan pengelola kedua tempat Ibadah ditemukan bahwa bentuk toleransi yang nyata terwujud dalam kegiatan sosial seperti gotong royong penerimaan terhadap pengunjung lintas agama serta kebijakan kebijakan yang mempertimbangkan kenyamanan bersama Studi ini menunjukkan bahwa praktik toleransi tidak harus bersifat formal namun dapat di wujudkan melalui hubungan sosial seperti gotong royong serta kebijakan kebijakan yang mempertimbangkan kenyamanan bersama Studi ini menunjukkan bahwa praktik toleransi tidak harus bersifat formal namun dapat diwujudkan mellaui hubungan sosial yang setara saling menghormati dan saling mendukung antar umat beragama dalam kehidupan sehari hari p