Muhammad Mukhlis Saputra
Manajemen Agribisnis, Sekolah Vokasi IPB University, Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Telur Ayam Ras Petelur Menggunakan Statistical Process Control SPC di Peternakan H Maman Sukabumi Ainun Aini; Annisa Amelinda Abisha Harahap; Muhammad Mukhlis Saputra; Rizki Ramadhan Pratama; Siti Salwa Rajabilah; Kharisma Fitri Hapsari
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i4.1186

Abstract

Ayam ras petelur merupakan komoditas unggas yang memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat dan menjadi salah satu sektor agribisnis dengan kontribusi ekonomi yang signifikan Tingkat kualitas telur yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ayam kualitas pakan umur produksi serta manajemen pemeliharaan Oleh karena itu pengendalian kualitas menjadi hal yang krusial untuk memastikan mutu telur yang dipasarkan tetap konsisten Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecacatan telur ayam dan mengidentifikasi faktor penyebab dominannya menggunakan metode Statistical Process Control SPC pada Peternakan H Maman di Kota Sukabumi Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara kemudian dianalisis dengan checksheet diagram pareto dan fishbone Hasil analisis checksheet menunjukkan bahwa rata rata produksi harian mencapai 2 144 butir dengan tingkat kecacatan 6 19 Persen Jenis cacat paling dominan adalah telur berwarna putih sebanyak 630 butir diikuti telur pecah 156 butir dan telur retak 142 butir Diagram pareto menunjukkan bahwa telur putih dan telur pecah menyumbang 84 70 Persen dari total kecacatan sehingga menjadi fokus utama perbaikan Melalui fishbone ditemukan bahwa kecacatan disebabkan oleh faktor manusia peralatan pakan metode kerja pengawasan serta lingkungan kandang Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan manajemen nutrisi pelatihan tenaga kerja perbaikan sarana produksi serta penguatan SOP penanganan telur diperlukan untuk mengurangi tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk secara berkelanjutan