Musik secara universal sering kali dianggap sebagai medium ekspresi artistik yang memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan pesan gagasan serta emosi mendalam dari penciptanya Namun dalam perkembangannya musik tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan melainkan juga menjadi media kritik sosial yang mampu merefleksikan berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam representasi kritik sosial yang terkandung dalam teks lirik lagu Kami Belum Tentu karya grup musik Feast Lagu tersebut dipilih karena memuat berbagai narasi yang merepresentasikan keresahan generasi muda terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia Pendekatan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika Roland Barthes yang membedakan proses pemaknaan ke dalam dua tingkatan utama yaitu denotasi sebagai makna literal dan konotasi sebagai makna yang dipengaruhi oleh konteks sosial budaya serta ideologi tertentu Pada tahap selanjutnya makna makna tersebut membentuk mitos yang merepresentasikan pandangan atau keyakinan yang berkembang di masyarakat Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan objek kajian berupa kata frasa dan kalimat dalam lirik lagu Kami Belum Tentu Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan teknik catat untuk mengidentifikasi serta mengklasifikasikan tanda tanda linguistik yang mengandung unsur kritik sosial Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut merepresentasikan kritik sosial politik yang tajam dan relevan dengan dinamika politik kontemporer di Indonesia Kritik tersebut mencakup skeptisisme generasi muda terhadap janji kampanye politik kritik terhadap pencitraan dan retorika elite politik serta penolakan terhadap dominasi generasi tua dalam menentukan arah kebijakan publik Berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes tanda tanda yang terdapat dalam lirik lagu ini membangun mitos mengenai ketimpangan relasi kuasa dan krisis representasi politik sekaligus menjadi bentuk perlawanan simbolik terhadap praktik praktik politik yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat khususnya generasi muda