Sekar Chanda
Program Studi Hukum, Universitas Tidar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pertahanan Iran dan Diplomasi terhadap Amerika Serikat dalam Ketegangan Selat Hormuz Daniezha Rachelia Rangkuti; Sekar Chanda; Egieska Briptania Mustafa; Naufal Muhammad Aslam Habiburrahman; Danang; Azzahra Pramesty Ramadhani; Gunawan Widiarto Satria Utomo; Zintyara Aulianisya Saraswati; Syafa Numa Rachfani; Himawan Galih Prasetyo
Legal: Jurnal Reformasi Hukum Pidana dan Perdata Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Legal: Jurnal Reformasi Hukum Pidana dan Perdata
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/legal.v1i2.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pertahanan ketidakseimbangan Iran dan diplomasi terhadap Amerika Serikat dalam ketegangan di Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran strategis dunia. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana Iran menghadapi tekanan militer Amerika Serikat melalui strategi pertahanan yang tidak bertumpu pada kekuatan konvensional, bagaimana upaya diplomasi dilakukan untuk meredakan konflik, serta bagaimana keterkaitan keduanya dalam perspektif hukum internasional dan geopolitik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk strategi pertahanan Iran, mengkaji langkah diplomasi yang ditempuh, serta menjelaskan hubungan antara kekuatan pertahanan dan diplomasi sebagai instrumen kebijakan negara. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptifanalitis, menggunakan literatur berupa jurnal, buku, dokumen hukum internasional, dan sumber berita terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iran memanfaatkan posisi geografis Selat Hormuz, kemampuan laut cepat, rudal pesisir, dan ancaman pengendalian jalur pelayaran sebagai strategi pencegahan terhadap kekuatan Amerika Serikat. Di sisi lain, Iran tetap membuka jalur diplomasi melalui mediasi pihak ketiga dan perundingan tidak langsung. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi pertahanan dan diplomasi merupakan dua instrumen yang saling melengkapi dalam menjaga kedaulatan, meningkatkan posisi tawar, serta mencegah eskalasi konflik terbuka.