Okta Orianti
STIKES Mitra Husada Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN KELENGKAPAN IMUNISASI LANJUTAN PADA BATITA DI PUSTU TANJUNG AGUNG TIMUR KABUPATEN MUBA PROVINSI SUMATERA SELATAN Okta Orianti; Marliani
KAJIAN MULTIDISIPLIN ILMU (KAMI) Vol. 1 No. 01 (2026): KAJIAN MULTIDISIPLIN ILMU (KAMI)
Publisher : PT. Vhalery Media Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67429/wbrm5d30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada batita di Pustu Tanjung Agung Timur (TAT), Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2024. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, pendekatan ini dipilih untuk mengetahui hubungan antara karakteristik responden, pengetahuan, serta dukungan keluarga dengan status kelengkapan imunisasi lanjutan pada batita. Pelaksanaan penelitian berlangsung pada periode Mei hingga Juni 2024 di Pustu TAT. Subjek penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki anak usia 24–35 bulan dan melakukan kunjungan ke Pustu TAT selama periode penelitian. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 40 orang, yang sekaligus dijadikan sampel penelitian melalui teknik total sampling. Proses pengolahan data dilakukan secara komputerisasi melalui beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data (collecting), pemeriksaan data (checking), pemberian kode (coding), entri data (entering), dan pengolahan data (data processing). Selanjutnya, pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan program SPSS versi 17 dengan tahapan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar batita belum mendapatkan imunisasi lanjutan secara lengkap, yaitu sebanyak 22 anak (55,0%), sedangkan yang sudah lengkap sebanyak 18 anak (45,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan ibu dan dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan kelengkapan imunisasi lanjutan pada batita. Sementara itu, variabel umur, pendidikan, dan pekerjaan ibu tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kelengkapan imunisasi lanjutan.