Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pola Makanan Balita Dengan Status Gizi Balita di Rumah Sakit TK. II Putri Hijau Medan Resmi Pangaribuan; Marliani Marliani
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 2 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i2.47

Abstract

Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh yaitu jenis kelamin, umur dan status kesehatan. Pola makan yang tidak bergizi seimbang beresiko menyebabkan kekurangan gizi seperti anemia dan berat badan kurang, dapat pula terjadi gizi berlebih (obesitas) yang dapat beresiko terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes melitus. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang Pola Makanan balita dengan Status Gizi balita di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan, Jenis penelitian ini bersifat deskriprtif korelatif dengan rancangan study cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang mempunyai balita yang datang ke poliklinik anak sebanyak 135 orang dan sampel yaitu total dari populasi. Analisa data menggunakan uji statistic chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pola Makanan Balita dengan Status Gizi Balita dimana nilai p = 0,000 dan ada husbungan pengetahuan ibu tentang jenis makanan tentang status gizi balita dimana nilai p = 0,004. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang pola makan balita dengan status gizi balita dimana nilai p = 0,003. Disarankan kepada ibu-ibu untuk tetap memperhatikan pola makan balita untuk meningkatkan status gizi balitanya
Efektivitas Lotus Birth Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Sebagai Strategi Pencegahan Anemia Febriana Sari; Marliani Marliani; Dewi S Hutabarat
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.264 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.681

Abstract

Latar Belakang: Metode Lotus birth adalah metode persalinan yang membiarkan tali pusat tetap terhubung dengan bayi dan plasenta setelah kelahiran, tanpa menjepit ataupun memotongnya. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi sehingga memberikan waktu bagi tali pusat untuk terpisah dari bayi secara alamiah.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas metode lotus birth setelah bayi lahir terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir, sebagai strategi pencegahan anemia di praktik Mandiri Bidan Eka.Metode: Desain yang digunakan adalah desain penelitian pre test post test with control group design.  Metode penelitian yang digunakan quasi eksperiment. Sampel penelitian ini adalah bayi yang dilahirkan secara spontan, pengambilan darah bayi dilakukan oleh petugas laboratorium pada hari ke 1 dan setelah tali pusat lepas. Jumlah responden yaitu 30 bayi baru lahir kemudian dijadikan dua kelompok (perlakuan dan control). Masing-masing kelompok berjumlah 15 orang bayi baru lahir.Hasil: Hasil uji statistic efektivitas lotus birth dengan Paired t-test diketahui bahwa nilai p sebesar 0,004, dengan nilai thitung 8,206 yang artinya bahwa pemberian lotus birth sangat efektif terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Simpulan: Hasil tersebut menunjukkan ada efektivitas metode lotus birth dengan peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Kata Kunci: Anemia, Bayi barulahir, hemoglobin, Lotus birth                                                                           Abstract Background: The lotus birth method is a method of delivery that allows the umbilical cord to remain connected to the baby and placenta after birth, without pinching or cutting it. With a lotus birth, the baby is expected to get more blood which contains oxygen, food, and antibodies so as to allow time for the umbilical cord to separate from the baby naturally.Objectives: To determine the effectiveness of the lotus birth method after birth to increase hemoglobin levels in newborns, as a strategy to prevent anemia in the Eka's independent practice.Methods: The design used was a pre-test post-test research design with a control group design. The research method used is quasi-experiment. The samples of this study were babies born spontaneously, the baby's blood was collected by laboratory staff on day 1 and after the umbilical cord was removed. The number of respondents was 30 newborns and then divided into two groups (treatment and control). Each group consists of 15 newborns.Results: The results of the statistical test on the effectiveness of lotus birth with Paired t-test showed that the p-value was 0,004, with a tcount of 8.206 which means that giving lotus birth was very effective in increasing hemoglobin levels in newborns.Conclusions: These results indicate the effectiveness of the lotus birth method by increasing hemoglobin levels in newborns. Keywords: Anemia, newborn baby, hemoglobin, Lotus birth
Pengaruh Lotus Birth Dalam Meningkatkan Kadar Hematokrit Dan Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Sebagai Strategi Pencegahan Anemia Febriana Sari; Marliani; Dewi S Hutabarat
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v3i2.687

Abstract

Metode Lotus birth adalah metode persalinan yang membiarkan tali pusat tetap terhubung dengan bayi dan plasenta setelah kelahiran, tanpa menjepit ataupun memotongnya, sehingga tidak memberikan peluang kuman untuk masuk ke dalam tubuh bayi melalui tali pusat. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi sehingga memberikan waktu bagi tali pusat untuk terpisah dari bayi secara alamiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Metode Lotus birth setelah bayi lahir terhadap kadar hemoglobin dan hematokrit bayi baru lahir, sebagai strategi pencegahan Anemia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperiment. Desain yang digunakan adalah desain penelitian pre test post test with control group design. Sampel penelitian ini adalah bayi yang dilahirkan secara spontan, pengambilan darah bayi dilakukan oleh petugas laboratorium pada hari ke 1 dan setelah tali pusat lepas. penelitian ini dilaksanakan dari bulan mei sampai bulan desember. Subjek penelitian ini adalah bayi baru lahir di praktik mandiri Bidan Eka yang bersedia menjadi responden. Jumlah responden yaitu 30 bayi baru lahir kemudian dijadikan dua kelompok (perlakuan dan control). Masing-masing kelompok berjumlah 15 orang bayi baru lahir. Kelompok metode lotus birth lebih tinggi daripada kelompok tanpa metode lotus birth dengan nilai p = 0,004. Dan kadar hematokrit dengan nilai p = 0,001. Hasil tersebut menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara metode lotus birth dengan tanpa metode lotus birth.
Edukasi Prenatal Yoga dalam Pengurangan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil Trimester III Di Klinik Maria Magdalena Tahun 2022 Siska Suci Ginting; Marliani Marliani; Imarina Tarigan; Rumondang Sitorus; Ribur Sinaga; Markus Doddy; Maria Magdalena
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v2i2.356

Abstract

Kecemasan menggambarkan gangguan psikologis yang memiliki karakteristik tidak menyenangkan diikuti dengan rasa pada fisik yang menunjukkan orang terhadap bahaya, rasa takut dan keprihatinan terhadap masa yang akan datang. Gangguan kecemasan ibu saat melahirkan dengan disebabkan karepersalinan pervaginam (34,0%), persalinan dengan ruptur perineum/episiotomi (32,4%), dan setelah melahirkan rasa takut akan kematian bayi (27,5%). Dampak kecemasan yang terjadi karena kekhawatiran terhadap kesehatan anak (49,6%), nyeri saat persalinan (39,8%) dan persalinan dengan tindakan operatif atau epidural anesthesi (13%). Kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan edukasi prenatal yoga dalam pengurangan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Klinik Maria Magdalena.dilaksanakan dengan jumlah responden sebanyak 18 ibu hamil. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pretest dan postest. Dari hasil survey wawancara sebelum dilakukan promosi kesehatan (penyuluhan) tentang edukasi Prenatal Yoga ibu hamil TM III masih merasa takut dalam persiapan menghadapi persalinan nya dan pengetahuan juga masih kurang dalam pengurangan tingkat kecemasannya,. Setelah dilakukan promosi kesehatan didapatkan pengetahuan baik 40% dan pengetahuan cukup ada 55 %. Sehingga dapat disimpulkan, pengetahuan ibu tentang Prenatal Yoga meningkat setelah diberikan penyuluhan, karena keingintahuan dan motivasi yang diberikan. Edukasi prenatal yoga diharapkan tetap diberikan kepada ibu hamil untuk mengurangi tingkat kecemasan Trimester III sehingga tetap memberikan rasa nyaman dan kesiapan dalam menghadapi persalinan.
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Trimester II dan III Srilina Br Pinem; Eka Falentina Tarigan; Marliani; Febriana Sari; Eliana Br Bangun; Erna Mary
Indonesian Health Issue Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.122 KB) | DOI: 10.47134/inhis.v1i1.21

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah saat kehamilan mencapai puncak pada minggu ke 24 sampai dengan waktu persalinan. Nyeri punggung sering di perparah dengan terjadinya backache atau sering disebut dengan nyeri punggung yang lama. Backache ini 45 % wanita saat dicatat kehamilannya, mereka meningkat 69% pada minggu ke 28 dan hampir bertahan pada tingkat tersebut. Keluhan nyeri punggung yang dialami oleh ibu hamil tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja Tujuan: untuk mengetahui Pengaruh Senam Hamil Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Trimester II dan III Puskesmas Gebang. Metode: Penelitian ini menggunakan rencana penelitian eksperimental Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data diolah dengan analisis univariat menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa penurunan nyeri punggung bawah sebelum melakasanakan senam hamil dan setelah dilaksanakan senam hamil yaitu sebanyak 17 responden atau 53,1 % dengan nyeri sebelum senam hamil FPR-S nomor 4 (sangat nyeri) dan setelah dilaksanakan senam hamil dengan nyeri menurut FPR-S nomor 3 (lebih nyeri) sebanyak 13 responden atau 40,7%.. Hasil analisis uji statistik spearman rank dengan bantuan program SPSS pada taraf kesalahan 5 % dilakukan perhitungan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara dua variabel terikat dengan hasil ada pengaruh penurunan nyeri punggung sebelum melaksanakan senam hamil dan sesudah melaksanakan senam hamil terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester II dan III di puskesmas gebang Kabupaten langkat. Kesimpulan: Terdapat pengaruh senam hamil terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester II dan III Background: Low back pain during pregnancy reaches its peak at week 24 until delivery. Back pain is often exacerbated by the occurrence of backache or often referred to as long back pain. Backache was 45% of women at the time of pregnancy, they increased 69% at week 28 and almost stayed at that level. Complaints of back pain experienced by pregnant women certainly cannot be left alone. Purpose: to determine the effect of pregnancy exercise on lower back pain reduction in pregnant women in the second and third trimesters at the Gebang Health Center. Methods: This study uses an experimental research plan. Data collection uses a questionnaire. The data were processed by univariate analysis using descriptive statistics and bivariate analysis using the Chi-square test Results: From the results of the study, it can be seen that the decrease in lower back pain before carrying out pregnancy exercises and after carrying out pregnancy exercises is as many as 17 respondents or 53.1% with pain. before pregnancy exercise FPR-S number 4 (very painful) and after carrying out pregnancy exercise with pain according to FPR-S number 3 (more painful) as many as 13 respondents or 40.7% . The results of the statistical analysis of spearman rank with the help of the SPSS program in The error rate of 5% was calculated to determine whether there was an influence between the two dependent variables with the result that there was an effect of decreasing back pain before carrying out pregnancy exercises and after carrying out pregnancy exercises on reducing low back pain in pregnant women in the second and third trimesters at the Gebang Health Center, Langkat. Conclusion: Pregnancy Exercise on Reducing Back Pain Below for pregnant women in the second and third trimester
Efektivitas Lotus Birth Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Bayi Baru Lahir Sebagai Strategi Pencegahan Anemia Febriana Sari; Marliani Marliani; Dewi S Hutabarat
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.681

Abstract

Latar Belakang: Metode Lotus birth adalah metode persalinan yang membiarkan tali pusat tetap terhubung dengan bayi dan plasenta setelah kelahiran, tanpa menjepit ataupun memotongnya. Dengan lotus birth, bayi diharapkan mendapatkan lebih banyak darah yang mengandung oksigen, makanan dan antibodi sehingga memberikan waktu bagi tali pusat untuk terpisah dari bayi secara alamiah.Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas metode lotus birth setelah bayi lahir terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir, sebagai strategi pencegahan anemia di praktik Mandiri Bidan Eka.Metode: Desain yang digunakan adalah desain penelitian pre test post test with control group design.  Metode penelitian yang digunakan quasi eksperiment. Sampel penelitian ini adalah bayi yang dilahirkan secara spontan, pengambilan darah bayi dilakukan oleh petugas laboratorium pada hari ke 1 dan setelah tali pusat lepas. Jumlah responden yaitu 30 bayi baru lahir kemudian dijadikan dua kelompok (perlakuan dan control). Masing-masing kelompok berjumlah 15 orang bayi baru lahir.Hasil: Hasil uji statistic efektivitas lotus birth dengan Paired t-test diketahui bahwa nilai p sebesar 0,004, dengan nilai thitung 8,206 yang artinya bahwa pemberian lotus birth sangat efektif terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Simpulan: Hasil tersebut menunjukkan ada efektivitas metode lotus birth dengan peningkatan kadar hemoglobin pada bayi baru lahir. Kata Kunci: Anemia, Bayi barulahir, hemoglobin, Lotus birth                                                                           Abstract Background: The lotus birth method is a method of delivery that allows the umbilical cord to remain connected to the baby and placenta after birth, without pinching or cutting it. With a lotus birth, the baby is expected to get more blood which contains oxygen, food, and antibodies so as to allow time for the umbilical cord to separate from the baby naturally.Objectives: To determine the effectiveness of the lotus birth method after birth to increase hemoglobin levels in newborns, as a strategy to prevent anemia in the Eka's independent practice.Methods: The design used was a pre-test post-test research design with a control group design. The research method used is quasi-experiment. The samples of this study were babies born spontaneously, the baby's blood was collected by laboratory staff on day 1 and after the umbilical cord was removed. The number of respondents was 30 newborns and then divided into two groups (treatment and control). Each group consists of 15 newborns.Results: The results of the statistical test on the effectiveness of lotus birth with Paired t-test showed that the p-value was 0,004, with a tcount of 8.206 which means that giving lotus birth was very effective in increasing hemoglobin levels in newborns.Conclusions: These results indicate the effectiveness of the lotus birth method by increasing hemoglobin levels in newborns. Keywords: Anemia, newborn baby, hemoglobin, Lotus birth
THE RELATIONSHIP OF PREGNANT WOMEN CLASS ACTIVITIES TO PREGNANT MOTHERS' READINESS IN FACING LABOR AT THE PUSKESMAS BANGUN REJO VILLAGE, DELI REGENCY, SERDANG IN 2021 Siska Ginting; Lydia Sinuhaji; Martaulina Sinaga; Juliana Munthe; Nur Azizah; Marliani Marliani; Mutiara Asia
International Journal of Midwifery Research Vol. 2 No. 1 (2022): International Journal of Midwifery Research
Publisher : Department of Midwifery, Faculty of Nursing and Midwifery, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/ijmr.v2i1.27

Abstract

Pregnant women class is a study group for pregnant women who get various health information and pregnancy exercises in preparing for childbirth. The number of pregnant women participating in the Maternity Class is 40 people. They do not prepare for childbirth because they feel that they do not need to be prepared in the face of childbirth. The purpose of the study was to determine the relationship between pregnancy exercise class activities and the preparation of pregnant women in preparation for childbirth. This type of research is analytical with a cross sectional approach. The population was 40 pregnant women who took part in the class of pregnant women and all of them were used as research samples. Data were analyzed bivariately using the chi square test at a significance level of 95%. The results showed that pregnant women carried out various activities in the class for pregnant women with the highest frequency in the less category 23 people (57.5%) and 25 people were not ready to give birth (62.5%). There is a relationship between pregnancy exercise class activities with the readiness of pregnant women in facing childbirth (p 0.039 <0.05). It is hoped that the Puskesmas will optimize the implementation of classes for pregnant women through various innovative and interesting activities that can make pregnant women feel at home in participating in pregnancy exercise classes from start to finish.
PENERAPAN TEKNIK EFFLEURAGE MASSAGE DALAM MENGATASI NYERI AFTERPAINS IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS NEGERI LAMA KECAMATAN BILAH HILIR KABUPATEN LABUHANBATU TAHUN 2022 Herna Rinayanti Manurung; Rosmani Sinaga; Marliani Marliani; Juliana Munthe; Bintang Tobing
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1636

Abstract

terine contractions cause pain that have an impact on the application of therapy, including inhibiting breastfeeding, inhibiting mother and child bonding, feeling tired due to felt afterpain, rest disturbances to continuous pain. which causes the risk of postpartum blues and the baby has an impact on the lack of nutritional intake so that it can inhibit the baby's growth and development process. The method used in this activity consists of 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation, starting with collecting participants, namely postpartum mothers. From the activities carried out, all participants attended, of which 30 participants registered in this activity, it was found that 23 participants (77%) felt comfortable and 7 participants (23%) did not feel comfortable using the effleurage massage technique. Then the evaluation stage showed the pretest pain level was higher than the post-test pain level, the minimum score was 3 (mild pain) and the maximum score was 8 (severe pain). While the posttest obtained a minimum value of 0 (no pain), and a maximum value of 5 (moderate pain). The conclusion after the effleurage massage technique is that postpartum mothers who experience afterpains are very interested and feel comfortable with the effleurage massage technique
PENGARUH PEMBERIAN COCONUT OIL TERHADAP RUAM POPOK BAYI DI POSKESDES JADIBATA JUHAR TAHUN 2022 Marliani Marliani; Kristina Melina Siringo-ringo; Imran Surbakti; Rosmelina Buulolo; Lewi Hernir Sitompul; Diana Viranti Surbakti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1833

Abstract

LATAR BELAKANG Berdasarkan data yang didapat prevalensi iritasi kulit (ruam popok) pada bayi cukup tinggi yaitu 25% dari 6.840.507 bayi yang lahir di dunia kebanyakan menderita iritasi kulit (ruam popok ) akibat penggunaan popok. Angka terbanyak di temukan pada bayi usia 6-12 bulan. John Mersch, MD, FAAP menyebutkan bahwa 10-20% diaper dermatitis dijumpai pada praktek spesialis anak prevalensi pada bayi berkisar anatara 7-35%, dengan angka terbanyak pada bulan usia 9-12 bulan (Ramba, Hardin, La & Nurbaya, Siti, 2019). Angka ruam popok pada bayi yang menggunakan popok meningkatkan dari 7,1% hingga 61%. Pengabdian masyarakat di Inggris menemukan 25% dari 12.000 bayi mengalami ruam popok. TUJUAN pengabdian masyarakat menegenai pemanfaat coconut oil sebagai bahan kosmestik menjukkan bahawa coconut oil bagus untuk kulit dan untuk mengetahui pengaruh pemberian coconut oil terhadap ruam popok bayi. METODE yang dilakukan ada beberapa yaitu mengkaji keadaan prevelensi, pengembangan,peningkatan,penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan serta monitoring dan evaluasi partisipatif yang dilakukan. HASIL diperolah bayi yang mengalami ruam popok berdasarkan usia dapat dilihat bahwa pada kelompok kontrol terdapat 11 bayi yang mengalami ruam popok di bulan april-mai 2022 adalah usia < 6 bulan sebanyak 4 bayi (36,4%) dan bayi yang diusia 7-12 sebanyak 3 bayi (27,2%) dan bayi diusian >1 tahun sebanyak 4 bayi ((36,4%).
KIE Manfaat KMC (Kangaroo Mother Care) Untuk Perawatan Bayi Sehari-Hari Di Desa Bangun Rejo Retno Wahyuni; Marliani; Isyos Sari Sembiring
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kangaroo Mother Care (KMC) or Kangaroo Method Care (FMC) is a treatment for premature and low birth weight (LBW) infants with direct skin-to-skin contact, where the mother uses her body temperature to warm the baby. This method of care has also been shown to facilitate breastfeeding, increasing the length and duration of breastfeeding. The goal after the activity is that mothers who have babies and toddlers are exposed to material about Kangaroo Mother Care. IEC community service activities have been carried out in the form of counselling, providing information and education about the benefits of KMC and how to do KMC. This activity is expected not to end in community service activities, but with the leaflet media it can be used as a policy for related villages to develop in the form of applications as a course method for cadres in the health sector so that child health in the area can utilise the application in the implementation of courses for cadres, especially in the health sector.