Dimas Wahyu Pratama Putra
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Komunikasi Politik Digital dan Tradisional: Menyongsong Pilkada Jawa Tengah 2024 Ramanda Bima Prayuda; Muhammad Faiz Ramadhan; Muhammad Rayhan Prananda; Dimas Wahyu Pratama Putra; Raihan Hafidz Arga Kumara
Journal of Indonesian Social Studies Education Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3 Nomor 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi digital terbukti sangat efektif dalam menjangkau pemilih muda dan masyarakat perkotaan, yang cenderung lebih aktif di platform-platform digital seperti Facebook dan Instagram. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi antara kedua pendekatan komunikasi tersebut dapat meningkatkan partisipasi politik secara signifikan, dengan peningkatan hingga 28%. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi strategi komunikasi yang holistik, yang menggabungkan elemen digital dan tradisional, dapat memastikan bahwa semua lapisan masyarakat terlibat dalam proses demokrasi. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam kampanye digital, seperti disinformasi dan polarisasi politik, yang perlu diatasi untuk mencapai hasil yang optimal. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan partisipasi politik dan literasi politik masyarakat, serta memastikan bahwa setiap suara didengar dan dihargai dalam proses pemilihan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lebih lanjut mengenai komunikasi politik dan strategi kampanye di Indonesia.
PERAN MODAL SOSIAL DALAM MEMPERKUAT IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE PADA PEMBANGUNAN DESA BERKELANJUTAN: STUDI KASUS DESA PONGGOK DAN DESA NGLANGGERAN Muhamad Zaki Musaroful Huda; Dimas Wahyu Pratama Putra; Muhammad Fajar Rizqi Arifian; Muhammad Faiz Ramadhan
Journal of Indonesian Social Studies Education Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan desa berkelanjutan menuntut tata kelola pemerintahan yang mampu mengintegrasikan kebijakan publik dengan kapasitas sosial masyarakat lokal. Namun, dalam praktiknya, implementasi prinsip-prinsip good governance di tingkat desa sering menghadapi berbagai kendala struktural dan kultural, seperti rendahnya partisipasi masyarakat, lemahnya transparansi, serta kesenjangan antara regulasi normatif dan praktik empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial yang mencakup kepercayaan masyarakat, jaringan sosial, dan nilai gotong royong dalam memperkuat implementasi prinsip-prinsip good governance pada pembangunan desa berkelanjutan, serta menjelaskan kontribusinya dalam menjembatani kesenjangan antara kebijakan pembangunan desa secara normatif dengan praktik tata kelola pemerintahan desa di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif terhadap data sekunder yang diperoleh dari dokumen kebijakan, laporan pemerintah, publikasi ilmiah, dan sumber resmi lainnya, dengan studi kasus di Desa Ponggok (Kabupaten Klaten) dan Desa Nglanggeran (Kabupaten Gunungkidul). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berperan sebagai fondasi utama dalam memperkuat transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas pemerintahan desa. Kepercayaan masyarakat mendorong legitimasi kebijakan desa, jaringan sosial memperkuat kolaborasi antaraktor, dan nilai gotong royong mempercepat internalisasi kebijakan dalam praktik sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa modal sosial bukan sekadar faktor pendukung, melainkan instrumen strategis yang memungkinkan good governance berjalan secara efektif tanpa bergantung pada birokrasi yang kompleks. Penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam merancang model pembangunan desa yang partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan kekuatan sosial lokal.