Najwa Urfa
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERAN BKOW DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PROGRAM “DESTARA” DI JAWA TENGAH Veronika Devona Valencia; Nabila Salma Aliyya; Najwa Urfa; Paojiah; Ardiyanti Nur Khasanah
Journal of Indonesian Social Studies Education Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah dalam pemberdayaan perempuan melalui program Destara (Desa Sejahtera Perempuan dan Anak). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan studi literatur. Analisis berpijak pada teori pemberdayaan Naila Kabeer yang menekankan dimensi sumber daya, agensi, dan pencapaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BKOW berperan strategis sebagai perencana, fasilitator, dan penghubung sinergi lintas sektor dalam penguatan kapasitas ekonomi perempuan berbasis potensi lokal. Program Destara meningkatkan keterampilan, partisipasi sosial, dan kemandirian ekonomi perempuan desa, meskipun masih menghadapi tantangan pendanaan, koordinasi, dan keberlanjutan usaha.
Analisis Struktur Pemerintahan dan Relasi Kekuasaan di Tingkat Desa Dalam Era Otonomi Desa: Studi Kasus Desa Kalisidi Abil Kurnia; Veronika Devona Valencia; Najwa Urfa; Paojiah; Ardiyanti Nur Khasanah
Journal of Indonesian Social Studies Education Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana keterkaitan struktur pemerintahan dan relasi kekuasaan di tingkat desa terbentuk dan dijalankan dalam konteks otonomi desa, dengan fokus penelitiannya mengambil studi kasus di Desa Kalisidi. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, terjadi perubahan penting dalam pengaturan kewenangan desa, termasuk penguatan posisi kepala desa, penataan perangkat desa, serta mekanisme dalam pengelolaan keuangan dan aset desa. Adanya perubahan regulasi ini tidak hanya mempengaruhi pola kepemimpinan dan alur pengambilan keputusan, tetapi juga memengaruhi hubungan antara pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri bagaimana kebijakan tersebut diterapkan di Kalisidi, serta dampaknya terhadap dinamika kekuasaan di tingkat lokal. Temuan awal ini menunjukkan bahwa UU 3/2024 memberi ruang lebih besar bagi desa untuk mengatur kepentingannya sendiri, tetapi pada saat yang sama, memperkuat posisi kepala desa sehingga berpotensi memunculkan ketimpangan relasi kekuasaan jika tidak diimbangi dengan pengawasan dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai perubahan struktur pemerintahan desa dalam era otonomi desa, sekaligus menyoroti tantangan dan peluang yang muncul dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan di Desa Kalisidi.