Hafnizon
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat , Padang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Hafnizon; Sri Wahyuni; Adri Wandi; Miwaldi Amriza; Zaldi; Usnidar; Firman Daus; Yamurni
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan instrumen strategis dalam sistem pendidikan nasional yang berfungsi membentuk integritas moral dan spiritualitas peserta didik di tengah arus globalisasi dan transformasi digital. Secara filosofis, kurikulum ini tidak hanya bertujuan untuk mentransformasi pengetahuan (ta’lim), tetapi juga mencakup penyucian jiwa (tazkiyah) dan pembentukan karakter mulia (ta’dib). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep dasar kurikulum PAI, mencakup landasan filosofis, komponen utamanya, serta tantangan implementasinya dalam menjawab dinamika zaman. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library research) dan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menelaah berbagai kebijakan pendidikan, literatur klasik, serta jurnal ilmiah kontemporer untuk membangun kerangka konseptual kurikulum PAI yang adaptif dan substansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi kurikulum PAI harus dilakukan secara dinamis melalui integrasi nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah) dan literasi teknologi tanpa meninggalkan prinsip dasar Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber utama. Keberhasilan kurikulum ini sangat bergantung pada sinergi antara materi yang esensial, metode pembelajaran yang interaktif, serta keteladanan pendidik dalam menciptakan ekosistem sekolah yang religius. Ditemukan bahwa kurikulum yang ideal adalah kurikulum yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual, sehingga melahirkan generasi yang memiliki kemantapan aqidah, ketepatan ibadah, dan keluhuran akhlak. Kesimpulannya, pengembangan kurikulum PAI yang inklusif dan inovatif merupakan kunci utama dalam mencetak insan kamil yang mampu berkontribusi positif bagi peradaban dunia di masa depan.