Adri Wandi
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat , Padang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Teoretis Inovasi Pendidikan Islam: Perspektif Teori Difusi Inovasi, Pedagogik Inovatif, dan Teknologi Pendidikan Hafnizon; Fitri Alrasi; Adri Wandi; Yamurni; Usnidar; Zaldi; Firman Daus
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi merupakan aspek fundamental dalam pengembangan pendidikan Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter, spiritualitas, dan kompetensi peserta didik dalam menghadapi tantangan global. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis teori inovasi pendidikan Islam melalui tiga perspektif utama, yaitu teori difusi inovasi, pedagogik inovatif, dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari buku, artikel jurnal, dan dokumen ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori difusi inovasi berperan dalam menjelaskan proses penerimaan dan penyebaran pembaruan dalam pendidikan Islam, pedagogik inovatif menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan kontekstual, serta teknologi pendidikan berfungsi sebagai sarana strategis dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akses pembelajaran Islam. Integrasi ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting dalam mewujudkan pendidikan Islam yang adaptif, transformatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Islam: Analisis Filosofis, Teoritis, dan Inovasi Metodologis di Era Digital Hafnizon; Ahmad Lahmi; Adri Wandi; Yamurni; Usnidar; Zaldi; Firman Daus; Miwaldi Amriza
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam evaluasi pembelajaran merupakan aspek fundamental bagi pendidikan Islam agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan global di era digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam sistem evaluasi pembelajaran pendidikan Islam melalui tiga perspektif utama: analisis filosofis, kerangka teoretis difusi inovasi, dan inovasi metodologis berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari literatur ilmiah relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam pendidikan Islam saat ini mengalami pergeseran paradigma dari penguasaan materi tekstual menuju pengembangan karakter (Insan Kamil) dan kecakapan abad ke-21. Teori difusi inovasi berperan dalam menjelaskan proses penerimaan pembaruan penilaian yang harus selaras dengan nilai-nilai akhlak dan kemaslahatan umat. Pemanfaatan teknologi seperti Learning Management System (LMS) dan portofolio digital berfungsi sebagai akselerator efektivitas evaluasi tanpa mengesampingkan konsep Ta’dib sebagai filter moral. Integrasi ketiga aspek ini menjadi landasan penting dalam mewujudkan sistem evaluasi yang adaptif, transformatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
Konsep Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Hafnizon; Sri Wahyuni; Adri Wandi; Miwaldi Amriza; Zaldi; Usnidar; Firman Daus; Yamurni
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan instrumen strategis dalam sistem pendidikan nasional yang berfungsi membentuk integritas moral dan spiritualitas peserta didik di tengah arus globalisasi dan transformasi digital. Secara filosofis, kurikulum ini tidak hanya bertujuan untuk mentransformasi pengetahuan (ta’lim), tetapi juga mencakup penyucian jiwa (tazkiyah) dan pembentukan karakter mulia (ta’dib). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep dasar kurikulum PAI, mencakup landasan filosofis, komponen utamanya, serta tantangan implementasinya dalam menjawab dinamika zaman. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library research) dan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menelaah berbagai kebijakan pendidikan, literatur klasik, serta jurnal ilmiah kontemporer untuk membangun kerangka konseptual kurikulum PAI yang adaptif dan substansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi kurikulum PAI harus dilakukan secara dinamis melalui integrasi nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyah) dan literasi teknologi tanpa meninggalkan prinsip dasar Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber utama. Keberhasilan kurikulum ini sangat bergantung pada sinergi antara materi yang esensial, metode pembelajaran yang interaktif, serta keteladanan pendidik dalam menciptakan ekosistem sekolah yang religius. Ditemukan bahwa kurikulum yang ideal adalah kurikulum yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual, sehingga melahirkan generasi yang memiliki kemantapan aqidah, ketepatan ibadah, dan keluhuran akhlak. Kesimpulannya, pengembangan kurikulum PAI yang inklusif dan inovatif merupakan kunci utama dalam mencetak insan kamil yang mampu berkontribusi positif bagi peradaban dunia di masa depan.