Perkembangan era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi, penggunaan media sosial, dan kemudahan akses terhadap berbagai sumber pengetahuan telah memunculkan tantangan baru berupa menurunnya kualitas argumentasi akademik dan sosial yang sering kali ditandai oleh munculnya opini tanpa dasar ilmiah, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, serta rendahnya kemampuan berpikir kritis dalam ruang publik. Kondisi tersebut menjadikan kajian mengenai filsafat semakin penting karena filsafat memiliki peran fundamental dalam membentuk pola pikir kritis, logis, reflektif, dan sistematis yang diperlukan untuk menghasilkan argumentasi yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat dalam membangun argumentasi akademik dan sosial serta menjelaskan kontribusinya dalam memperkuat kemampuan berpikir rasional di tengah dinamika masyarakat modern. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, dan artikel yang relevan mengenai filsafat dan argumentasi dari berbagai periode perkembangan pemikiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat Yunani memberikan landasan awal bagi pengembangan argumentasi melalui tradisi dialog, logika, dan penalaran rasional yang dikembangkan oleh para filsuf klasik. Selain itu, filsafat Islam, filsafat modern, dan filsafat kontemporer turut memberikan kontribusi penting dalam memperkaya metode berpikir kritis, analitis, serta kemampuan mengevaluasi kebenaran suatu argumen berdasarkan bukti dan rasionalitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa filsafat memiliki peran strategis dalam membangun argumentasi akademik dan sosial yang rasional, kritis, objektif, dan bertanggung jawab sehingga mampu mendukung terciptanya budaya intelektual yang lebih berkualitas di era digital.