Tedi Gandara
STIT Al-Azami

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Lingkungan Sekolah Dalam Mengatasi Degradasi Akhlak Peserta Didik di SDN Bunisari Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur Winda; Tedi Gandara; Imas Masitoh
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan sekolah dalam mengatasi degradasi akhlak peserta didik di SDN Bunisari Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam pembentukan akhlak peserta didik melalui lingkungan fisik yang kondusif, hubungan sosial yang harmonis, budaya sekolah yang positif, serta keteladanan guru. Upaya yang dilakukan sekolah dalam mengatasi degradasi akhlak meliputi pembiasaan budaya religius, penerapan disiplin, penguatan keteladanan guru, dan kerja sama dengan orang tua. Faktor yang memengaruhi degradasi akhlak peserta didik antara lain pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan, penggunaan teknologi yang tidak terkontrol, serta lingkungan keluarga yang kurang mendukung. Dengan demikian, lingkungan sekolah berperan strategis dalam membentuk dan memperbaiki akhlak peserta didik.
Strategi Pendidik Dalam Mencegah Perilaku Bullying Melalui Pendidikan Akhlak di MDTU Torikul Ulum Kelas V Kab. Sindangbarang Sri Resna Kamaliah; Tedi Gandara; Imas Masyitoh
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan salah satu bentuk perilaku negatif yang masih banyak ditemukan di lingkungan pendidikan dan berpotensi menimbulkan dampak yang merugikan bagi perkembangan sosial, emosional, maupun akademik peserta didik. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mencegah perilaku tersebut adalah melalui pendidikan akhlak yang menanamkan nilai-nilai moral dan karakter positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang digunakan pendidik dalam upaya mencegah perilaku bullying melalui pendidikan akhlak di MDTU Torikul Ulum Kelas V Sindangbarang Cianjur. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan terkait bullying, pendidikan akhlak, dan peran pendidik. Hasil kajian menunjukkan bahwa keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, bimbingan, pengawasan, serta kolaborasi dengan orang tua merupakan strategi yang efektif dalam mencegah bullying. Penerapan strategi tersebut mampu menumbuhkan sikap saling menghargai, meningkatkan kepedulian sosial, serta membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.  
Kajian Argumentatif tentang Realitas, Kebenaran, dan Nilai dalam Perspektif Filsafat dan Islam Tedi Gandara; Padilah Al-Payyed; Muhammad Abdul Aziz; Nuruli Arifiani; Rya Cahaya Purnama
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan modernitas memunculkan krisis realitas, krisis kebenaran, dan krisis nilai yang memengaruhi cara manusia memahami kehidupan dan pengetahuan. Permasalahan utama penelitian ini adalah adanya perbedaan pandangan antara filsafat dan Islam dalam menjelaskan hakikat realitas, sumber kebenaran, dan dasar nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara argumentatif konsep realitas, kebenaran, dan nilai dalam perspektif filsafat dan Islam. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah buku-buku filsafat dan literatur ilmiah yang relevan secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara ontologis Islam mengakui realitas material dan metafisik, secara epistemologis kebenaran diperoleh melalui integrasi akal, pengalaman, dan wahyu, serta secara aksiologis nilai diarahkan pada kemaslahatan dan pembentukan akhlak. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan sintesis perspektif filsafat dan Islam yang menempatkan realitas, kebenaran, dan nilai sebagai satu kesatuan yang saling terkait dalam pengembangan ilmu dan pendidikan Islam.
Logika Manusia Etika dan Negara dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Modern Tedi Gandara; M.Usep Saepulloh; Aziz Nahrowi; Najmah Fathiyyah; Siti Salamah Maulidah; Siti Sofie Seltriana
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan modern menghadapi berbagai tantangan yang ditandai oleh menurunnya kemampuan berpikir kritis, krisis moral, serta kecenderungan pendidikan yang lebih berorientasi pada aspek kognitif dibandingkan pengembangan manusia secara utuh. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengkajian logika, hakikat manusia, etika, dan negara sebagai landasan filosofis dalam membangun sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep logika, manusia, etika, dan negara serta keterkaitannya dalam perspektif filsafat pendidikan modern. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai literatur berupa buku, artikel jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa logika berfungsi sebagai dasar pengembangan kemampuan berpikir rasional dan kritis, hakikat manusia menjadi fondasi dalam memahami tujuan pendidikan, etika berperan dalam pembentukan karakter dan moral, sedangkan negara memiliki tanggung jawab dalam menjamin terselenggaranya pendidikan yang adil dan berkualitas. Sintesis dari berbagai literatur menunjukkan bahwa keempat aspek tersebut memiliki hubungan yang saling melengkapi dalam membentuk kerangka filsafat pendidikan modern yang komprehensif. Dengan demikian, filsafat pendidikan modern perlu dibangun atas integrasi dimensi logis, humanis, etis, dan kebangsaan untuk mewujudkan pendidikan yang holistik, berkeadilan, dan berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya.
Relevansi Filsafat Ketuhanan, Aliran-Aliran Filsafat, dan Isu Kontemporer dalam Pengembangan Pendidikan Modern Tedi Gandara; Sindi Yulianti; Solehudin; Dedi; Herdy Teguh Hikmawan
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan modern yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya landasan filosofis yang mampu mengarahkan tujuan serta praktik pendidikan secara komprehensif. Namun, pendidikan modern masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti krisis moral, menurunnya nilai-nilai karakter, dan dominasi orientasi kognitif yang mengabaikan aspek spiritual serta kemanusiaan. Berbagai penelitian telah mengkaji filsafat ketuhanan dan aliran-aliran filsafat secara terpisah, tetapi masih terbatas kajian yang mengintegrasikan keduanya dalam pengembangan paradigma pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi filsafat ketuhanan dan aliran-aliran filsafat terhadap pengembangan paradigma pendidikan modern. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan pada bidang filsafat dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat ketuhanan berperan sebagai landasan moral dan spiritual, sedangkan rasionalisme, empirisme, idealisme, eksistensialisme, positivisme, dan postmodernisme memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori, tujuan, serta praktik pendidikan modern. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa integrasi nilai ketuhanan dan pemikiran filosofis mampu mendukung terwujudnya pendidikan yang humanis, kritis, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, filsafat ketuhanan dan aliran-aliran filsafat memiliki peran strategis dalam membangun paradigma pendidikan modern yang seimbang antara aspek intelektual, moral, sosial, dan spiritual.
Perkembangan Pemikiran Filsafat dan Implikasinya terhadap Pendidikan Tedi Gandara; Fawaz Muhammad S; Reni Laila Nurhasanah; Fahmi Faizal; Maryam Maulida; Iman Ruhimat
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi, penggunaan media sosial, dan kemudahan akses terhadap berbagai sumber pengetahuan telah memunculkan tantangan baru berupa menurunnya kualitas argumentasi akademik dan sosial yang sering kali ditandai oleh munculnya opini tanpa dasar ilmiah, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, serta rendahnya kemampuan berpikir kritis dalam ruang publik. Kondisi tersebut menjadikan kajian mengenai filsafat semakin penting karena filsafat memiliki peran fundamental dalam membentuk pola pikir kritis, logis, reflektif, dan sistematis yang diperlukan untuk menghasilkan argumentasi yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat dalam membangun argumentasi akademik dan sosial serta menjelaskan kontribusinya dalam memperkuat kemampuan berpikir rasional di tengah dinamika masyarakat modern. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, dan artikel yang relevan mengenai filsafat dan argumentasi dari berbagai periode perkembangan pemikiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat Yunani memberikan landasan awal bagi pengembangan argumentasi melalui tradisi dialog, logika, dan penalaran rasional yang dikembangkan oleh para filsuf klasik. Selain itu, filsafat Islam, filsafat modern, dan filsafat kontemporer turut memberikan kontribusi penting dalam memperkaya metode berpikir kritis, analitis, serta kemampuan mengevaluasi kebenaran suatu argumen berdasarkan bukti dan rasionalitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa filsafat memiliki peran strategis dalam membangun argumentasi akademik dan sosial yang rasional, kritis, objektif, dan bertanggung jawab sehingga mampu mendukung terciptanya budaya intelektual yang lebih berkualitas di era digital.
Filsafat sebagai Dasar Ilmu Pengetahuan Tedi Gandara; Erwin Suhertin; Rahma Alia; Rika Ratna Dewi; Sri Rahayu Mufida
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan modern berlangsung sangat pesat dan telah memberikan berbagai kemajuan dalam kehidupan manusia di bidang pendidikan, teknologi, sosial, maupun budaya. Namun, perkembangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran filsafat yang menjadi landasan fundamental dalam membangun kerangka berpikir ilmiah dan mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam praktiknya, perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini menunjukkan kecenderungan yang semakin menekankan aspek teknis dan empiris sehingga sering kali menjauh dari landasan filosofis yang meliputi dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filsafat sebagai dasar ilmu pengetahuan serta menjelaskan peran filsafat dalam membentuk, mengembangkan, dan mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur. Sebanyak 30 artikel dan buku ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai hubungan filsafat dan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat berperan sebagai landasan ontologis yang menentukan objek kajian ilmu, landasan epistemologis yang mengarahkan proses memperoleh pengetahuan, serta landasan aksiologis yang mengatur pemanfaatan ilmu bagi kehidupan manusia. Temuan lainnya menunjukkan bahwa filsafat menjadi instrumen kritis dalam mengevaluasi perkembangan ilmu pengetahuan agar tetap berorientasi pada nilai, etika, dan kemaslahatan manusia. Dengan demikian, filsafat merupakan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari ilmu pengetahuan karena memberikan arah, makna, dan legitimasi terhadap proses pengembangan ilmu. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penguatan kajian filsafat ilmu dalam pendidikan agar pengembangan ilmu pengetahuan tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan peradaban.
Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi dalam Perspektif Islam Tedi Gandara; Muhamad Hasan Muladi; Dwi Indri Yuliani; Ihda Nurazizah; Rifatul Alawy
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan modern telah melahirkan berbagai paradigma tentang realitas, pengetahuan, dan nilai yang memengaruhi cara manusia memahami kehidupan serta membangun peradaban. Perbedaan pandangan yang berkembang dalam berbagai tradisi pemikiran tersebut memerlukan kajian filsafat Islam yang komprehensif agar diperoleh pemahaman yang utuh mengenai hakikat realitas, sumber pengetahuan, dan orientasi nilai dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam perspektif Islam serta menjelaskan hubungan ketiganya sebagai landasan dalam pengembangan pemikiran dan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan karya akademik yang relevan mengenai filsafat Islam, ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memandang realitas, pengetahuan, dan nilai sebagai satu kesatuan yang bersumber dari Allah Swt., di mana ontologi menjelaskan hakikat wujud melalui relasi Tuhan, alam, dan manusia; epistemologi menempatkan akal, pengalaman, intuisi, dan wahyu sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi; sedangkan aksiologi mengarahkan pemanfaatan pengetahuan pada pembentukan akhlak, moralitas, dan kemaslahatan. Dengan demikian, ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam Islam merupakan sistem filsafat yang terintegrasi dan saling mendukung dalam membentuk paradigma kehidupan yang holistik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian filsafat Islam sekaligus menawarkan kerangka konseptual yang dapat dijadikan landasan pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada keseimbangan antara aspek ketuhanan, keilmuan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Logika sebagai Jalan Menuju Pemahaman Manusia dan Keadilan Sosial Tedi Gandara; Dian Yuniar; Indri Fitri Andini; Naseh Hispiyulloh; Dini Siti Syalsiah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis rasionalitas yang berkembang di era digital telah memunculkan berbagai persoalan sosial, seperti penyebaran disinformasi, meningkatnya kesalahan berpikir (fallacies), polarisasi pandangan, serta melemahnya kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan yang objektif dan bertanggung jawab. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa logika tidak hanya berfungsi sebagai alat berpikir formal, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membantu manusia memahami hakikat dirinya serta membangun kehidupan sosial yang berlandaskan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran logika sebagai jalan menuju pemahaman manusia yang utuh dan sebagai fondasi dalam mewujudkan keadilan sosial melalui kajian filsafat manusia dan filsafat sosial-politik. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi, menyeleksi, dan mensintesis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Sumber data penelitian diperoleh dari buku-buku filsafat, artikel jurnal nasional dan internasional, serta hasil penelitian terdahulu yang membahas logika, antropologi filosofis, kebebasan dan tanggung jawab manusia, serta teori keadilan dalam kehidupan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa logika berperan sebagai landasan berpikir rasional yang memungkinkan manusia memahami dimensi fisik, rasional, dan spiritualnya secara seimbang, sekaligus menghindari berbagai bentuk kesalahan berpikir yang dapat menghambat pengambilan keputusan moral dan sosial. Dengan demikian, logika dapat dipahami sebagai fondasi epistemologis dan etis yang tidak hanya membantu manusia mencapai pemahaman diri secara lebih mendalam, tetapi juga menjadi dasar bagi terwujudnya kehidupan sosial yang adil, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.  
Kajian Filsafat Ketuhanan dan Pemikiran Kontemporer dalam Perspektif Modern Tedi Gandara; Siti Aminah; Hendi; Jamaludin; Mira Santika Sari
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, globalisasi, dan modernisasi telah mengubah cara manusia memahami realitas kehidupan, termasuk cara memaknai keberadaan Tuhan, hubungan agama dengan akal, serta posisi nilai-nilai spiritual dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan modern yang semakin kompleks dan dinamis. Perbedaan pandangan yang berkembang dalam berbagai aliran filsafat, seperti rasionalisme, empirisme, idealisme, eksistensialisme, positivisme, dan postmodernisme, melahirkan beragam paradigma dalam menjelaskan konsep ketuhanan, argumen keberadaan Tuhan, problem kejahatan, serta relasi antara agama, filsafat, dan ilmu pengetahuan. Meskipun berbagai penelitian telah membahas filsafat ketuhanan maupun aliran-aliran filsafat secara terpisah, kajian yang mengintegrasikan filsafat ketuhanan dengan perkembangan pemikiran kontemporer dalam satu kerangka analisis yang komprehensif, sistematis, dan relevan bagi pengembangan pendidikan serta kehidupan modern masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan filsafat ketuhanan dengan perkembangan pemikiran kontemporer, mengevaluasi kontribusi berbagai aliran filsafat terhadap pemahaman konsep ketuhanan, serta menjelaskan relevansinya dalam membangun paradigma berpikir kritis pada era modern. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA, melalui penelusuran literatur pada database Google Scholar, Garuda, dan Scopus, yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebelum dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa argumen ontologis, kosmologis, dan teleologis tetap memiliki relevansi filosofis, sedangkan perkembangan aliran filsafat modern memperkaya cara memahami relasi antara Tuhan, manusia, ilmu pengetahuan, dan realitas sosial secara lebih kritis serta kontekstual. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi filsafat ketuhanan dengan pemikiran kontemporer dapat memperkuat pengembangan pendidikan, meningkatkan literasi filosofis, menumbuhkan sikap reflektif, serta membangun karakter yang mampu merespons tantangan global secara rasional dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa filsafat ketuhanan tetap memiliki posisi strategis sebagai landasan konseptual dalam memahami dinamika pemikiran kontemporer serta mengembangkan paradigma keilmuan yang seimbang antara rasionalitas, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.