Moch Wildan H
STIT Al-Azami

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kebebasan dan Tanggung Jawab Peserta Didik: Kajian Antropologi Filosofis dalam Pendidikan Tedi Gandara; Moch Wildan H; Aliya Hendrayani Maulida; Moch Erdiansyah; Valha Zakiyah; Fahmy Abdillah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan modern memberikan ruang yang semakin luas bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya melalui kebebasan dalam berpikir, belajar, dan mengambil keputusan. Kebebasan tersebut menjadi salah satu prinsip penting dalam pendidikan karena memungkinkan peserta didik berkembang sebagai individu yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab. Namun, dalam praktiknya, kebebasan sering kali tidak diimbangi dengan kesadaran akan tanggung jawab sehingga dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam proses pendidikan. Sejauh ini, kajian mengenai kebebasan peserta didik lebih banyak dianalisis dari perspektif psikologi dan pedagogi, sedangkan kajian yang meninjaunya dari sudut pandang antropologi filosofis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kebebasan dan tanggung jawab peserta didik serta hubungan keduanya dalam perspektif antropologi filosofis sebagai landasan pendidikan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan berupa buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan antropologi filosofis, filsafat pendidikan, kebebasan, dan tanggung jawab peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan merupakan hakikat dasar manusia sebagai makhluk rasional yang memiliki kemampuan menentukan pilihan dan mengarahkan tindakannya secara sadar. Sementara itu, tanggung jawab merupakan konsekuensi moral dari setiap kebebasan yang dimiliki manusia sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan. Dengan demikian, pendidikan perlu mengembangkan keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab agar peserta didik mampu menjadi pribadi yang otonom, humanis, serta memiliki integritas moral dalam kehidupan individu maupun sosial.