Amir Maliki Abitolkha
Pascasarjana, Universitas Darul Ulum, Jombang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kerusakan Lingkungan Dalam Perspektif Al-Qur’an (Tafsīr Surat Al-A’rāf: 56 Dan Surat Al-Rūm: 41) Aifatul Mufarida; Amir Maliki Abitolkha; Tadjoer Ridjal
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (September)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan lingkungan merupakan salah satu permasalahan global yang semakin mengkhawatirkan. Berbagai fenomena seperti pencemaran, deforestasi, banjir, tanah longsor, dan perubahan iklim menunjukkan adanya ketidakseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Dalam perspektif Islam, Al-Qur’an memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, di antaranya melalui QS. Al-A‘rāf ayat 56 dan QS. Ar-Rūm ayat 41 yang memuat larangan melakukan kerusakan (fasād) di muka bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Al-Qur’an tentang kerusakan lingkungan, menjelaskan konsep fasād dalam QS. Al-A‘rāf ayat 56 dan QS. Ar-Rūm ayat 41, serta mengkaji implikasinya terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab Tafsīr yang relevan, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan melalui metode Tafsīr tematik (maudhū‘ī) dengan mengkaji penafsiran para mufasir terhadap kedua ayat tersebut secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Al-Qur’an memandang kerusakan lingkungan sebagai bentuk penyimpangan terhadap tatanan kehidupan yang telah ditetapkan Allah. Manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara keseimbangan alam. (2) Konsep fasād dalam QS. Al-A‘rāf ayat 56 dan QS. Ar-Rūm ayat 41 mencakup berbagai bentuk kerusakan yang bersifat moral, sosial, dan ekologis yang timbul akibat perilaku manusia yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. (3) Implikasi konsep fasād terhadap pelestarian lingkungan hidup menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam kedua ayat tersebut dapat menjadi landasan etis dan spiritual dalam membangun kesadaran, kepedulian, dan perilaku yang berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup.