Aifatul Mufarida
Pascasarjana, Universitas Darul Ulum Jombang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN MATA PELAJARAN PAIBP MELALUI  TUTOR SEBAYA DI SMPN 1 PETERONGAN Aifatul Mufarida
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Juli)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) melalui penerapan metode tutor sebaya di kelas VIII SMPN 1 Peterongan. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap materi PAIBP, yang ditunjukkan oleh hasil ulangan harian yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode tutor sebaya secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman siswa. Nilai rata-rata pre-test sebesar 62,4 meningkat menjadi 72,3 pada post-test siklus I, dan menjadi 81,7 pada post-test siklus II. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 40% menjadi 86%. Secara kualitatif, terjadi peningkatan aktivitas belajar, interaksi antarsiswa, dan kepercayaan diri siswa dalam memahami materi PAIBP. Dengan demikian, metode tutor sebaya terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran PAIBP. Strategi ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang partisipatif dan konstruktif dalam menumbuhkan pemahaman konseptual dan nilai-nilai keislaman secara lebih bermakna.
Kerusakan Lingkungan Dalam Perspektif Al-Qur’an (Tafsīr Surat Al-A’rāf: 56 Dan Surat Al-Rūm: 41) Aifatul Mufarida; Amir Maliki Abitolkha; Tadjoer Ridjal
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (September)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan lingkungan merupakan salah satu permasalahan global yang semakin mengkhawatirkan. Berbagai fenomena seperti pencemaran, deforestasi, banjir, tanah longsor, dan perubahan iklim menunjukkan adanya ketidakseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Dalam perspektif Islam, Al-Qur’an memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut, di antaranya melalui QS. Al-A‘rāf ayat 56 dan QS. Ar-Rūm ayat 41 yang memuat larangan melakukan kerusakan (fasād) di muka bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Al-Qur’an tentang kerusakan lingkungan, menjelaskan konsep fasād dalam QS. Al-A‘rāf ayat 56 dan QS. Ar-Rūm ayat 41, serta mengkaji implikasinya terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa Al-Qur’an dan kitab-kitab Tafsīr yang relevan, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan melalui metode Tafsīr tematik (maudhū‘ī) dengan mengkaji penafsiran para mufasir terhadap kedua ayat tersebut secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Al-Qur’an memandang kerusakan lingkungan sebagai bentuk penyimpangan terhadap tatanan kehidupan yang telah ditetapkan Allah. Manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara keseimbangan alam. (2) Konsep fasād dalam QS. Al-A‘rāf ayat 56 dan QS. Ar-Rūm ayat 41 mencakup berbagai bentuk kerusakan yang bersifat moral, sosial, dan ekologis yang timbul akibat perilaku manusia yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. (3) Implikasi konsep fasād terhadap pelestarian lingkungan hidup menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam kedua ayat tersebut dapat menjadi landasan etis dan spiritual dalam membangun kesadaran, kepedulian, dan perilaku yang berorientasi pada kelestarian lingkungan hidup.