Fitri Wahyuni
Universitas Baiturrahma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasi Fisik Mikroemulsi Topikal Kombinasi Minyak Atsiri Cengkeh (Syzygium aromaticum) dan Sereh (Cymbopogon citratus) dengan Variasi Rasio Surfaktan–Kosurfaktan Fitri Wahyuni; Yahdian Rasyadi; Wida Ningsih
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 5 No. 2 (2026): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v5i2.273

Abstract

Permasalahan kulit yang berkaitan dengan infeksi mikroorganisme dan peradangan mendorong pengembangan sediaan topikal berbahan alam yang aman dan efektif. Minyak atsiri cengkeh (Syzygium aromaticum) dan sereh (Cymbopogon citratus) diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan, namun penggunaannya secara langsung dibatasi oleh volatilitas tinggi dan potensi iritasi kulit. Oleh karena itu, sistem mikroemulsi dengan pemilihan surfaktan dan ko-surfaktan yang tepat diperlukan untuk meningkatkan stabilitas dan kenyamanan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi mikroemulsi topikal kombinasi minyak atsiri cengkeh dan sereh dengan fokus pada variasi surfaktan dan ko-surfaktan. Mikroemulsi disusun menggunakan Tween 80 sebagai surfaktan dan etanol 70% sebagai ko-surfaktan, dengan beberapa variasi komposisi, kemudian dievaluasi karakteristik fisiknya meliputi organoleptik, pH, viskositas dan stabilitas fisik. Data dianalisis secara statistik untuk menilai perbedaan antar formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan mikroemulsi yang jernih, homogen, dan stabil secara fisik, dengan nilai pH dan viskositas yang sesuai untuk aplikasi topikal. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar formula (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa sistem surfaktan dan ko-surfaktan yang digunakan mampu menghasilkan mikroemulsi dengan karakteristik fisik yang konsisten dan fleksibel. Mikroemulsi yang dikembangkan berpotensi sebagai dasar pengembangan sediaan topikal berbahan alam yang stabil dan aplikatif.