Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Partisipatif Interior Ruang Rapat, Podcast, dan Pantry Kantor Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Santri, Tyas; Aditya, Nova Chandra; Primasetra, Anjar; Pamungkas, Girhan Ramdan; Safaat, Firda
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70825/jptb.v7i1.2323

Abstract

Cimenyan Village, located in Cimenyan Subdistrict, Bandung Regency, West Java, serves as a partner village for Langlangbuana University. The university's role involves collaborating with the village to address various local challenges. One such issue, as identified by village officials, is the absence of reference designs for the interiors of three new rooms in the Village Office building. To tackle this, a community service initiative titled "Developing Interior Design Plans for the Meeting Room, Podcast Room, and Pantry of Cimenyan Village Office, Cimenyan Subdistrict, Bandung Regency, West Java, Through User Participation" has been proposed. This program aims to create physical spaces that effectively support user activities by engaging architectural experts, local government partners, and active user involvement. The process encompasses several stages, including preliminary studies for initial understanding, participatory discussions to gather user input, conceptual design development reflecting user needs, and the preparation of detailed interior planning documents. This collaborative approach ensures that the resulting designs are both aesthetically pleasing and functional, tailored to the specific requirements of the users. Consequently, the meeting room, podcast room, and pantry are designed with a focus on comfort, efficiency, and the enhancement of productivity within the Cimenyan Village Office.
Pengembangan Industri Konstruksi Rumah Prapabrikasi Lokal Berbasis Komunitas (Kasus: Komunitas Kampung Naga) Larasati ZR, Dewi; Primasetra, Anjar
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.2.101

Abstract

Pemenuhan Kebutuhan rumah di Indonesia masih sangat jauh dari harapan, mengingat kekurangan pemenuhan kebutuhan (backlog) mencapai 13.6 juta rumah hingga akhir tahun 2013. Hal ini disebabkan lambatnya proses pembangunan rumah. Salah satu solusi untuk mengatasinya melalui pembangunan dengan metode prapabrikasi. Pendekatan membangun prefabrikasi telah dilakukan oleh masyarakat lokal sejak ratusan tahun yang lalu. Salah satunya adalah metode prapabrikasi oleh masyarakat adat Kampung Naga. Hingga saat ini masyarakat Kampung Naga telah mengembangkan produksi rumah prafabrikasi tidak hanya untuk kebutuhan internal, bahkan telah memproduksi untuk kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Kelebihan rumah prfabrikasi masyarakat adat adalah mengandung kearifan lokal sehingga memiliki karakter yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi profil dan proses pelaksanaan metode prafabrikasi oleh masyarakat Kampung Naga, untuk mengambil pelajaran penerapan pembangunan prafabrikasi, serta melihat proyeksi pengembangannya secara lebih luas. Hal ini dimaksud untuk mengetahui arah konsep pengembangan industri prapabrikasi agar dapat meluas sehingga dapat mendukung pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian mengindikasikan adanya industri lokal berbasis komunitas yang telah berjalan baik. Pada aspek kemampuan produksi, industri prapabrikasi lokal ini telah mampu memproduksi 60% produk yang direncanakan dengan tingkatan prapabrikasi cukup tinggi. Rekomendasi arah pengembangan industri prapabikasi dibagi dalam dua hal, yaitu rekomendasi aspek produk dan rekomendasi aspek sistem produksi yang diarahkan pada upaya modernisasi industri dengan alat bantu tepat guna dengan memberdayakan sumber daya alam secara arif dan melestarikan ketrampilan teknis sumber daya manusia lokal.