I Ketut Budayasa
Universitas Negeri Surabaya, Kampus Lidahwetan, Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proses Berpikir Siswa SD dalam Melakukan Estimasi Masalah Berhitung Berdasarkan Jenis Kelamin Muh. Rizal; I Ketut Budayasa; Agung Lukito; Tatag Yuli Eko Siswono
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v18i12012p48-57

Abstract

This case study is intended to explore the thinking process of the fifth-year students of different sexes in estimating arithmetic problems. Two students, one male and one female, belonging to the high achievers in a mathematics test were selected for the study and then interviewed, assigned to solve arithmetic problems, and finally asked to think aloud their thinking process. The study reveals that the thinking process of both the male and female subjects is in the form of accommodation as they ap­proached the arithmetic problems by repeatedly reading the tasks. Though employing the same thinking process, in the planning stage, the male subject made use of rounding and compatible number strategies, whereas the female one used only rounding strategy. In implementing the plan, the male subject em­ployed mental counting through assimilation, but the female one used algorithm through accommoda­tion. In the evaluating stage, the male subject traced back his work through mental counting, while the female one utilized reverse operations. Penelitian ini ingin mendeskripsikan proses berpikir siswa laki-laki dan perempuan yang berkemampuan matematika tinggi dalam melakukan estimasi. Penelitian dilakukan di kelas V SD, dengan subjek satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan yang memiliki skor 75 ke atas dalam tes kemampuan matematika. Data dikumpulkan dengan wawancara, pemberian tes dan think aloud. Analisis dilakukan dengan menelaah seluruh data, reduksi data, pengolompokan data, kategorisasi, pengkodean, dan pemeriksaan kredibilitas data dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir keduanya adalah akomodasi. Dalam membuat rencana, laki-laki menggunakan rounding dan compatible number strategy, sedangkan perempuan menggunakan rounding strategy. Dalam me­laksanakan rencana, laki-laki berhitung secara mental melalui proses berpikir asimilasi, sedangkan perem­puan berhitung menggunakan algoritma melalui proses berpikir akomodasi. Dalam mengecek pekerjaan, laki-laki menelusuri dengan berhitung mental, sedangkan perempuan menggunakan operasi balikan.
Perbedaan Profil Pemecahan Masalah Peraih Medali OSN Matematika Berdasarkan Jenis Kelamin Jackson Pasini Mairing; I Ketut Budayasa; Dwi Juniati
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v18i22012p125-134

Abstract

Differences of Problem Solving Competences of OSN Mathematics Medal Winners by Sex. This study was carried out to explore whether different sexes influence the performances of OSN Mathematics Medal Winners . T wo subjects, namely MF ( female) and YB ( male), were selected and as signed to solve two mathematical problems. The subjects’ p rofiles were obtained from in - depth inte rviews. The data indicate that there are differences in problem-solving profiles of the female and the male subjects, revealed in what they think and do when solving the mathematical problems and in the order of how they solve the problems. The order reflects the stages of Polya, and the differences observed seem to be caused by the different scheme of solving problems. Perbedaan Profil Pemecahan Masalah Peraih Medali OSN Matematika Berdasarkan Jenis Kelamin. Dalam rangka melengkapi teori- teori mengenai perbedaan gender, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan profil pemecahan masalah antara peraih medali OSN yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Untuk itu, peneliti memilih dua subjek yaitu MF (perempuan) dan YB (laki- laki) serta mengembangkan dua masalah matematika. Profil diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam menggunakan masalah-masalah tersebut. Hasilnya adalah ada perbedaan profil pemecahan masalah antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan tersebut tampak pada apa yang mereka pikirkan dan lakukan ketika memecahkan masalah dan urutan pemecahan masalahnya. Urutan itu didasarkanpada tahap- tahap Polya. Perbedaan tersebut lebih disebabkan oleh perbedaan skema pemecahan masalah.