Putri Nailah
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEGIATAN MENIMBUN BARANG YANG MENYEBABKAN KERUGIAN PEREKONOMIAN MENURUT PERSPEKTIF ISLAM Sri Wulandari; Candy Yuniarti Putri; Putri Nailah
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 4 (2023): July: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i4.519

Abstract

Menimbun barang dalam perspektif Islam memiliki implikasi ekonomi dan etika yang signifikan. Dalam Islam, menimbun barang yang tidak diperlukan atau menahan pasokan yang seharusnya tersedia untuk masyarakat umum dianggap sebagai tindakan yang tidak bijaksana dan melanggar prinsip keadilan sosial serta keseimbangan sosial. Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan, sudah ditemukan bahwa menimbun barang dapat menyebabkan pemborosan sumber daya, ketidakseimbangan pasokan dan permintaan, serta gangguan pada distribusi keadilan. Islam mendorong umatnya untuk berbagi kekayaan dengan adil dan menjamin ketersediaan barang yang mencukupi untuk semua orang. Selain itu, menimbun barang juga dapat menciptakan ketidakpastin ekonomi dan merugikan masyarakat yang rentan. Islam menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan sosial untuk mencapai kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan. Dalam konteks perdagangan, praktik Ihtikar atau menimbun barang dalam jumlah besar untuk mempengaruhi harga pasar juga dilarang dalam Islam. Hal ini bertujuan untuk mencegah monopoli dan menjaga persaingan yang sehat dalam ekonomi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penimbun barang terhadap stabilitas ekonomi. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya penimbunan barang. Serta mengetahui penimbun barang yang menyebabkan kerugian perekonomian. Penimbunan barang jual dalam persfektif hukum ekonomi islam yang dilarang ialah berupa penimbunan bahan pokok makanan. Secara ekonomi penjualan bahan pokok makanan yang ditimbun oleh si penjual yaitu sembako, yang dapat mengakibatkan terjadinya inflasi, kenaikan harga pada pasaran yang mengakibatkan pembeli pun merasa kesulitan untuk mendapatkan barang tersebut tak lain merupakan kebutuhan pangan tiap harinya. Hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kelaparan yang berawal dari tidak adanya kemampuan untuk membeli barang tersebut. Maka dari itu berdagang pun haruslah bersifat adil.