p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EBSJ SOLUSI
Linggar Pradista Kuncoro
State University of Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fisheries Blue Economy Role in Sorong City SEZ Policy Fredericho Mego Sundoro; Deky Aji Suseno; Grace Naralia Marpaung; Lesta Karolina Br Sebayang; Adinda Wulan Ayu Saputri; Sumayyah; Linggar Pradista Kuncoro; Yeskiel Christian
Economics and Business Solutions Journal Vol. 10 No. 1 (2026): Economics and Business Solutions Journal
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ebsj.v10i1.12961

Abstract

This study aimed to analyze the potential of the blue economy concept in the fisheries sector to support the development of the Sorong Special Economic Zone (SEZ) in West Papua. The research focused on evaluating the contribution of the fisheries sector to the regional economy and its role in ensuring sustainable marine resource management. A quantitative descriptive method was employed, utilizing Location Quotient (LQ) and Shift Share Analysis (SSA) to identify key sectors and assess regional competitiveness. The findings revealed that the agriculture, forestry, and fisheries sector in Sorong experienced fluctuating contributions to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) between 2019 and 2023, with a notable decline in 2020 due to the COVID-19 pandemic. Nevertheless, the sector demonstrated a recovery in the following years and was identified as a base sector in 2023, as indicated by an LQ value greater than one. These results emphasized the strategic importance of the fisheries sector in driving regional economic growth and underscored the need for a sustainable development framework. Strengthening investment, enhancing fisheries infrastructure, and empowering local fishers were identified as crucial strategies. The integration of the blue economy approach into SEZ policies could promote inclusive and sustainable economic growth while supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goals 8 and 14
Telemedicine dan Transformasi Digital Kesehatan Global 1999–2025 Fredericho Mego Sundoro; Adinda Wulan Ayu Saputri; Sumayyah; Linggar Pradista Kuncoro; Yeskiel Christian
Solusi Vol. 23 No. 4 (2025): October
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v23i4.13058

Abstract

Peningkatan jumlah startup teknologi, khususnya di bidang industri kesehatan (healthtech), terjadi sejak pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease 2019). Menyebabkan terjadinya perubahan teknologi di bidang kesehatan, salah satunya adalah pengobatan jarak jauh atau sering disebut Telemedicine.  Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi elektronik digunakan secara maksimal melalui telemedicine. Pada dasarnya, telemedicine memudahkan pelayanan kesehatan ketika jarak fisik antara pasien dengan penyedia layanan kesehatan. Tren positif terus berkembang tidak hanya pada telemedicine namun juga layanan apotek dan edukasi kesehatan secara daring. Sehingga penting untuk melihat kontribusi telemedicine terhadap infrastruktur kesehatan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tren terkait telemedicine secara global. Analisis bibliometrik digunakan untuk mengukur penggunaan kata “telemedicine” yang tertulis dalam judul artikel, abstrak dan kata kunci. Pengumpulan data menggunakan basis data Scopus yang secara keseluruhan mencapai 2.550 dokumen dan dipublikasikan sejak tahun 1999 hingga tahun 2025. Setelah diolah melalui aplikasi R Studio, menujukkan dokumen-dokumen tersebut melibatkan 6.109 penulis dengan 284 di antaranya sebagai penulis tunggal. Hasil olah data melalui R Studio menunjukkan peningkatan jumlah penelitian tentang telemedicine dari tahun 1999 hingga 2025. Selanjutnya 2.550 dokumen tersebut dibagi berdasarkan asal negara, apabila dihitung berdasarkan jumlah kutipan maka negara China menduduki peringkat teratas dengan 7.464 kutipan disusul Amerika Serikat dengan 1.904 kutipan dan Inggris sejumlah 1.372 kutipan. Hasil analisis pemetaan menggunakan Vos Viewer menunjukkan hubungan kata “telemedicine” dengan beberapa kata lain seperti “quality of life” dan “digital health” meningkat pesat di tahun 2023. Hal ini menandakan  telemedicine berhubungan dengan kualitas kehidupan dan layanan kesehatan berbasis digital.