Mentari Rizki Sawitri Pilomonu
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Pengembangan Usaha Penetasan Telur Berbasis Mesin Tetas sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Peternak Ellen Saleh; Suparmin Fathan; Nibras Laya; Srisuryaningsih Djunu; Sri Yeni Pateda; Srisukmawati Zainudin; Mentari Rizki Sawitri Pilomonu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3071

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini dirancang sebagai intervensi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa berbasis teknologi tepat guna di sektor peternakan unggas lokal, mengingat keterbatasan sistem penetasan alami (kapasitas 10–15 butir, daya tetas 40–45%) yang menghambat pemenuhan permintaan DOC unggas lokal. Program bertujuan meningkatkan kapasitas produksi bibit unggas melalui transfer teknologi mesin tetas, peningkatan kapasitas SDM peternak, dan penguatan kelembagaan kelompok usaha penetasan desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technology Development (PTD) yang menempatkan peternak sebagai subjek aktif, meliputi enam tahapan: observasi-sosialisasi, pembentukan kelompok-instalasi mesin, pelatihan teknis, pendampingan penetasan, penguatan kelembagaan, dan evaluasi, dilaksanakan selama 45 hari oleh tim mahasiswa multidisiplin didampingi lima Dosen Pembimbing Lapangan. Hasil menunjukkan dua unit mesin tetas berkapasitas 100 butir/unit (total 200 butir) berhasil dioperasikan dengan fertilitas 75% dan daya tetas 60%, menghasilkan 120 ekor DOC pada batch pertama—meningkat signifikan dibanding metode tradisional. Pengetahuan peternak meningkat 55% (10 peserta pelatihan), tertinggi pada aspek seleksi telur tetas dan operasional mesin. Satu kelompok usaha penetasan desa terbentuk dengan SOP operasional, dan analisis ekonomi menunjukkan kelayakan usaha dengan IOFC Rp143.000 per batch. Program ini efektif mentransformasi peternak subsisten menjadi wirausahawan yang memanfaatkan teknologi tepat guna secara mandiri dan berkelanjutan.