Srisukmawati Zainudin
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan Kemandirian Pangan melalui Program Pelatihan dan Demonstrasi Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Ellen Saleh; Srisukmawati Zainudin; Nibras Laya; Sri Yeni Pateda; Umbang Arif Rokhayati; Srisuryaningsih Djunu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2445

Abstract

Keterbatasan akses protein hewani dan rendahnya pemanfaatan pekarangan menjadi permasalahan mendasar dalam ketahanan pangan keluarga di Desa Tohupo, Kecamatan Bongomeme. Kondisi ini berdampak pada rendahnya konsumsi pangan bergizi dan berpotensi mempengaruhi status gizi rumah tangga. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini bertujuan mendorong kemandirian pangan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis budidaya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) sebagai sumber protein hewani yang ekonomis dan mudah dipelihara. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, praktik lapangan, demonstrasi pembuatan pakan berbahan lokal, serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pre test dan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, observasi praktik peserta, serta monitoring pembentukan demplot kandang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35% setelah mengikuti pelatihan, meningkatnya keterampilan teknis dalam pembuatan pakan dan manajemen pemeliharaan, serta terbentuknya satu unit kandang percontohan sebagai model penerapan budidaya ayam KUB di tingkat rumah tangga. Peserta yang menunjukkan minat tinggi ditetapkan sebagai kader ternak untuk keberlanjutan program. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif–aplikatif efektif dalam membangun kemandirian pangan dan dapat menjadi strategi pendukung pencegahan stunting berbasis pemanfaatan pekarangan. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga serta membuka peluang peningkatan pendapatan melalui usaha ternak skala kecil. Model pemberdayaan yang diterapkan berpotensi direplikasi di desa lain dengan konteks serupa.
Inovasi Produk Melalui Pelatihan Pembuatan Yogurt Susu Kambing Skala Mikro Dalam Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Di Desa Pone Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Sri Yenny Pateda; Umbang Arif Rokhayati; Sri Suryaningsih Djunu; Nibras Laya; Ellen Saleh; Srisukmawati Zainudin
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3060

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan KKN untuk memperkenalkan inovasi produk berbasis potensi lokal, meningkatkan kapasitas produksi rumah tangga, serta mendukung penguatan ekonomi keluarga. Dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu  mendorong  tumbuhnya  usaha kecil  berbasis  pangan  lokal dan  menciptakan dampak sosial ekonomi yang berkelanjutan di masyarakat.Target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan KKN adalah msyarakat mampu mempraktikkan teknik pembuatan yogurt dan terbentuknya kelompok usaha mikro, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya protein hewani dan berkembangnya potensi ekonomi lokal dari hasil olahan susu.seperti yogurt susu kambing. Kegiatan pelatihan dirancang dengan metode pendekatan aplikatif dan partisipatif guna meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam pengolahan susu kambing menjadi yogurt. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan interaktif mengenai manfaat dan teknik fermentasi susu kambing, demonstrasi tahapan pembuatan yogurt, praktek pengolahan oleh peserta, serta pendampingan lanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan teknologi pengolahan dan pengembangan usaha berbasis produk susu kambing. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif dan praktik langsung mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah susu kambing menjadi yogurt. Keberhasilan peserta dalam menghasilkan produk yogurt secara mandiri menjadi indikator bahwa teknologi pengolahan pangan sederhana dapat diterapkan dengan mudah di tingkat rumah tangga. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai gizi susu kambing dan manfaat produk fermentasi bagi kesehatan. Melalui rangkaian demonstrasi, praktik, dan pendampingan, peserta memperoleh pengalaman nyata yang mendorong tumbuhnya kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha pengolahan susu kambing secara mandiri.
Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Pengembangan Usaha Penetasan Telur Berbasis Mesin Tetas sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Peternak Ellen Saleh; Suparmin Fathan; Nibras Laya; Srisuryaningsih Djunu; Sri Yeni Pateda; Srisukmawati Zainudin; Mentari Rizki Sawitri Pilomonu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3071

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini dirancang sebagai intervensi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa berbasis teknologi tepat guna di sektor peternakan unggas lokal, mengingat keterbatasan sistem penetasan alami (kapasitas 10–15 butir, daya tetas 40–45%) yang menghambat pemenuhan permintaan DOC unggas lokal. Program bertujuan meningkatkan kapasitas produksi bibit unggas melalui transfer teknologi mesin tetas, peningkatan kapasitas SDM peternak, dan penguatan kelembagaan kelompok usaha penetasan desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technology Development (PTD) yang menempatkan peternak sebagai subjek aktif, meliputi enam tahapan: observasi-sosialisasi, pembentukan kelompok-instalasi mesin, pelatihan teknis, pendampingan penetasan, penguatan kelembagaan, dan evaluasi, dilaksanakan selama 45 hari oleh tim mahasiswa multidisiplin didampingi lima Dosen Pembimbing Lapangan. Hasil menunjukkan dua unit mesin tetas berkapasitas 100 butir/unit (total 200 butir) berhasil dioperasikan dengan fertilitas 75% dan daya tetas 60%, menghasilkan 120 ekor DOC pada batch pertama—meningkat signifikan dibanding metode tradisional. Pengetahuan peternak meningkat 55% (10 peserta pelatihan), tertinggi pada aspek seleksi telur tetas dan operasional mesin. Satu kelompok usaha penetasan desa terbentuk dengan SOP operasional, dan analisis ekonomi menunjukkan kelayakan usaha dengan IOFC Rp143.000 per batch. Program ini efektif mentransformasi peternak subsisten menjadi wirausahawan yang memanfaatkan teknologi tepat guna secara mandiri dan berkelanjutan.