Reva Defitrianti
Universitas Nusa Putra, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Adat Ciprarasa Berbasis Kearifan Lokal melalui Program Literasi, Kesehatan, Lingkungan, dan Pelestarian Budaya di Kabupaten Sukabumi Aldi Mulyadi; Bagus Bambang Sadiwo; Dwi Rahayu; Fajar Ardiansyah; Fadia Pasya Azzahra; Fatul Ramdhan Hidayat; Kresna Ramadhan; Muhammad Naufal Rafly; Muhammad Faisal Tanma; Muhammad Syahrul Ramadany; Muhammad Syazir; Muhammad Zibran Malisi; Naya Zyfa Ramadhani; Rachmatu Zabila Khaerunnisa; Reva Defitrianti; Sabella Aufa Syahda; Septian Masaher; Tika Marice Bleskadit; Ulfah Ulfah; Zia Hikmawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3094

Abstract

Kampung Adat Ciptarasa di Kabupaten Sukabumi menghadapi permasalahan rendahnya literasi anak (78% tamat SD), risiko stunting pada 3 balita, belum adanya pengelolaan sampah, serta ancaman punahnya nilai adat akibat keterlibatan generasi muda hanya 30%. Kegiatan KKN ini memberdayakan masyarakat melalui program berbasis kearifan lokal dengan pendekatan partisipatif selama 30 hari. Metode yang digunakan adalah participatory action research melalui observasi, Focus Group Discussion, implementasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi anak dengan 10 dari 20 anak target (50%) rutin mengunjungi taman baca, seluruh 5 ibu hamil memahami gizi dan pencegahan stunting, terwujudnya 5 unit tempat sampah bambu, dan penanaman 50 pohon nangka dengan tingkat kelangsungan hidup 88%. Namun, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan adat hanya meningkat dari 30% menjadi 37,5%, belum mencapai target 50% karena kesibukan pemuda di luar kampung. Dampak kegiatan dirasakan melalui meningkatnya akses anak terhadap bacaan, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, serta menguatnya peran kader posyandu. Kegiatan ini menjadi model pengabdian berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan bagi komunitas adat.