Kampung Adat Ciptarasa di Kabupaten Sukabumi menghadapi permasalahan rendahnya literasi anak (78% tamat SD), risiko stunting pada 3 balita, belum adanya pengelolaan sampah, serta ancaman punahnya nilai adat akibat keterlibatan generasi muda hanya 30%. Kegiatan KKN ini memberdayakan masyarakat melalui program berbasis kearifan lokal dengan pendekatan partisipatif selama 30 hari. Metode yang digunakan adalah participatory action research melalui observasi, Focus Group Discussion, implementasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi anak dengan 10 dari 20 anak target (50%) rutin mengunjungi taman baca, seluruh 5 ibu hamil memahami gizi dan pencegahan stunting, terwujudnya 5 unit tempat sampah bambu, dan penanaman 50 pohon nangka dengan tingkat kelangsungan hidup 88%. Namun, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan adat hanya meningkat dari 30% menjadi 37,5%, belum mencapai target 50% karena kesibukan pemuda di luar kampung. Dampak kegiatan dirasakan melalui meningkatnya akses anak terhadap bacaan, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, serta menguatnya peran kader posyandu. Kegiatan ini menjadi model pengabdian berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan bagi komunitas adat.
Copyrights © 2026