Anna O.S.H. Sawai
Badan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BPSDA) Prov. Papua, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Pemahaman Fisika Dasar Mahasiswa Baru di Papua melalui Pendampingan Thinking Aloud Group Problem Solving (TAGPS) Nur Ayu Anas; Endang Hartiningsih; Enos Karapa; Djuarensi Patabang; Frans Simbol Tambing; Wara Kustini Wulan; Anna O.S.H. Sawai
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3151

Abstract

Mahasiswa baru di Jurusan Teknik Mineral, Teknik Pertambangan, dan Teknik Geologi Universitas Cenderawasih memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, sehingga menimbulkan kesenjangan pemahaman terhadap konsep-konsep dasar Fisika, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari daerah terpencil di Papua. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman Fisika Dasar melalui pendampingan pembelajaran menggunakan metode Thinking Aloud Group Problem Solving (TAGPS). Pendampingan diawali dengan observasi dan survei untuk mengidentifikasi kesulitan belajar mahasiswa, dilanjutkan dengan pembelajaran materi vektor, pembentukan kelompok TAGPS, diskusi kolaboratif, serta evaluasi hasil belajar. Dalam setiap kelompok, mahasiswa didampingi untuk bergantian berperan sebagai pemecah masalah dan pendengar sehingga terjadi proses saling belajar, pemberian umpan balik, dan refleksi terhadap penyelesaian soal. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa menunjukkan partisipasi yang lebih aktif dalam diskusi, keberanian untuk menyampaikan cara berpikir, serta peningkatan interaksi antarmahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan Fisika Dasar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan capaian belajar setelah pendampingan. Pada mahasiswa Teknik Geologi dan Teknik Mineral, persentase nilai rendah (0–60) menurun dari 61% menjadi 21%, sedangkan nilai tinggi (85–100) meningkat dari 23% menjadi 53%. Pada mahasiswa Teknik Pertambangan, persentase nilai rendah menurun dari 53% menjadi 10%, sementara nilai tinggi meningkat dari 23% menjadi 50%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan pembelajaran berbasis TAGPS mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kolaboratif, meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berdiskusi, serta menjadi salah satu alternatif pembinaan mahasiswa baru untuk memperkuat pemahaman Fisika Dasar.