Putri Karina Syafitri
Program Studi DIII Fisioterapi, Institut Kesehatan Hermina, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan Pertolongan Pertama bagi Siswa Sekolah Menengah Atas dalam Menghadapi Kondisi Gawat Darurat di Sekolah Menengah Atas Negeri X Kabupaten Bekasi Dela Fariha Fuadi; Andrew Wijaya Saputra; Nesi Nesi; Putri Karina Syafitri; Cicilia Febriani Hayuningrum
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3164

Abstract

Kondisi gawat darurat dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan sekolah, sehingga siswa perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama sebelum tenaga kesehatan tiba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas siswa sekolah menengah atas dalam menghadapi kondisi gawat darurat melalui edukasi dan pelatihan pertolongan pertama. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang melibatkan 66 siswa di salah satu sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Bekasi. Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD), penanganan perdarahan, teknik imobilisasi, diskusi interaktif, dan post-test sebagai evaluasi. Selama sesi praktik, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta aktif mengikuti demonstrasi dan mencoba setiap keterampilan yang diajarkan dengan pendampingan fasilitator. Hasil evaluasi terhadap 63 peserta menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik setelah mengikuti edukasi dan pelatihan (p < 0,001). Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga mendukung penguatan kapasitas siswa dalam memberikan pertolongan pertama serta memperkuat upaya sekolah dalam membangun budaya kesiapsiagaan melalui pembelajaran berbasis praktik. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkala dan diintegrasikan ke dalam program sekolah sebagai bagian dari pengembangan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.