Kondisi gawat darurat dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan sekolah, sehingga siswa perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama sebelum tenaga kesehatan tiba. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas siswa sekolah menengah atas dalam menghadapi kondisi gawat darurat melalui edukasi dan pelatihan pertolongan pertama. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang melibatkan 66 siswa di salah satu sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Bekasi. Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD), penanganan perdarahan, teknik imobilisasi, diskusi interaktif, dan post-test sebagai evaluasi. Selama sesi praktik, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta aktif mengikuti demonstrasi dan mencoba setiap keterampilan yang diajarkan dengan pendampingan fasilitator. Hasil evaluasi terhadap 63 peserta menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik setelah mengikuti edukasi dan pelatihan (p < 0,001). Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga mendukung penguatan kapasitas siswa dalam memberikan pertolongan pertama serta memperkuat upaya sekolah dalam membangun budaya kesiapsiagaan melalui pembelajaran berbasis praktik. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkala dan diintegrasikan ke dalam program sekolah sebagai bagian dari pengembangan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026