Muhammad Salman
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ternak sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos di Desa Mandiangin Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Nurul Huda; Salsabiila Puteri Bagusmita; Muhammad Hariri Abdul Aziz; Rifka Helma Syahida; Melna Helda Wati; Kharisma Putri Diana; Nurul Azkia; Putri Indah Lestari; Yohana Natalia Do Rego; Ahda Mutia Ramadhani; Naura Seta Dewi; Muhammad Salman; Natal Sinaga
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3170

Abstract

Masyarakat di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada awalnya belum memanfaatkan limbah ternak secara optimal (94,7%) dengan rincian, 47,4% warga membiarkan limbah ternak begitu saja, 26,3% menjualnya dengan nilai ekonomi rendah, dan 10,5% melakukan pembakaran yang memicu polusi lingkungan. Guna mengatasi persoalan tersebut, program pembinaan desa ini dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pemahaman serta keterampilan dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik bernilai jual tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam proses pengomposan sebesar (84,2%) responden kini telah menguasai cara pembuatan dan langsung tertarik untuk memproduksi kompos secara mandiri. serta perubahan perilaku dari pengelolaan limbah konvensional menuju pengelolaan berbasis sumber daya (waste to resource). Rangkaian kegiatan terdiri dari survei ke desa, penyuluhan, dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos, lalu kegiatan diakhiri dengan evaluasi menggunakan kuisioner. Program ini diharapkan dapat berlanjut dengan dukungan kelembagaan dan kebijakan yang memadai untuk mengatasi kendala keterbatasan biaya dan pendampingan guna mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.